Breaking News:

Pemprov DKI Ungkap Alasan Tolak Izin Reuni 212 di Monas

Kepala UPK Monas Muhammad Isa Sarnuri mengatakan, alasan penolakan itu lantaran Monas masih ditutup sejak 14 Maret 2020 lalu.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Suasana di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pukul 12.30 WIB, Selasa (27/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta resmi menolak permohonan izin penggunaan kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk kegiatan Reuni Akbar 212.

Penolakan itu disampaikan melalui surat bernomor 4801/-1.853.37 yang dilayangkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Muhammad Isa Sarnuri mengatakan, alasan penolakan itu lantaran Monas masih ditutup sejak 14 Maret 2020 lalu.

Untuk itu, segala jenis kegiatan di area Monas belum diperbolehkan.

"Sejak 14 Maret 2020 Monas ditutup untuk umum dan tidak ada kegiatan publik apapun yang dilangsungkan di kawasan Monas," tulis Isa dalam Surat Jawaban untuk PA 212.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menjelaskan, penutupan kawasan Monas dilakukan demi meminimalisir penularan Covid-19.

"Penutupan Monas dan peniadaan semua kegiatan publik apapun sebagai bagian dari usaha Pemprov DKI untuk mencegah penuturan di masa di wabah Covid-19," ujarnya.

"Saat ini dan selama wabah itu ada si Jakarta, maka Monas tetap ditutup untuk kegiatan publik apapun," sambungnya.

Hal ini pun disebutnya sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta jajarannya untuk meminimalisir kegiatan pengumpulkan massa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved