Info Kesehatan
2 Juta Wanita Kena Kanker Payudara Tiap Tahun, Begini Cara Pengobatan Optimal Kala Pandemi
Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum terjadi pada wanita secara global, dengan lebih dari 2 juta wanita terkena setiap tahunnya.
TRIBUNJAKARTA.COM - Bagi sebagian orang, pandemi COVID-19 telah membuat rumah sakit menjadi tempat yang menakutkan untuk dikunjungi, baik dari sisi keamanan ataupun finansial, bahkan ketika mereka sangat membutuhkan layanan medis.
Dalam situasi seperti ini, inovasi digital telemedicine menjadi solusi yang amat dibutuhkan agar masyarakat dapat tetap mengakses layanan kesehatan.
Tak terkecuali para pasien kanker payudara metastasis yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan rutin.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Asa Dara hadir sebagai inovasi dari Pfizer Indonesia, Halodoc dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI).
Diluncurkan pada Mei 2020, program bantuan unik berbasis digital ini memastikan keberlanjutan perawatan pasien kanker payudara HR+/HER2- di Indonesia, khususnya selama masa pandemi.
“Halodoc, Pfizer Indonesia dan YKI berbagi visi yang sama untuk menyederhanakan proses layanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang rentan akibat riwayat penyakit berat seperti kanker payudara,” ungkap CEO Halodoc Jonathan Sudharta dalam keterangan resminya pada Rabu (18/11).
Jonathan menjelaskan, lewat Asa Dara, Halodoc menghadirkan solusi digital yang membantu pasien kanker payudara setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi mereka dan memperoleh pengobatan yang mereka butuhkan dari Pfizer untuk langsung diantar ke mana pun mereka berada.
Aplikasi layanan kesehatan digital ini juga bekerja sama dengan Pfizer Indonesia untuk meringankan sebagian beban finansial pasien kanker payudara, khususnya untuk membeli obat-obatan yang amat mereka butuhkan.
Baca juga: Test Lurah Petamburan Reaktif, Wagub DKI Minta Dinkes Telusuri Penularan Covid-19 di Acara Rizieq
Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum terjadi pada wanita secara global, dengan lebih dari 2 juta wanita terkena setiap tahunnya.
Menurut studi Globocan 2018, kanker payudara menempati peringkat tertinggi di Indonesia dengan 58.256 kasus baru pada 2018 dan menempati posisi kedua penyebab kematian karena kanker, setelah kanker paru-paru.
Tak hanya itu, para ahli kesehatan memperkirakan peningkatan jumlah kematian akibat kanker payudara sekitar 43% secara global dari 2016 hingga 2030.
FOLLOW JUGA:
Hal ini akibat metastasis atau penyebaran subtipe kanker payudara HR+/HER2- ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang, kelenjar getah bening, ataupun organ tubuh seperti paru-paru.
Menanggapi fakta ini, Public Affairs Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto menyampaikan target jangka panjang Asa Dara untuk meningkatkan tingkat keselamatan bagi pasien kanker payudara metastasis di Indonesia.
“Sejak peluncuran Asa Dara, kami amat bergembira melihat adanya peningkatan kepesertaan dalam layanan ini,” ujar Bambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kanker332.jpg)