Sisi Lain Metropolitan

Sempat Sopir Taksi Online, Purbo Banting Setir Jadi Batman Keliling Kampung di Depok

Sebelum menjadi pengamen berkostum superhero, Purbo Kusumo (35) sempat bekerja sebagai sopir taksi online.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Purbo tengah memakai topeng batman di kediaman adiknya di Kawasan Kalibaru, Cilodong, Depok pada Rabu (18/11/2020). Purbo sempat menjadi sopier taksi online sebelum menjadi Batman yang ngamen keliling kampung di Depok. 

"Ketika kenal saling bagi job. Misalnya ada yang ulang tahun nanti saling tukar kostum sesuai kebutuhan tampil," ujarnya.

Berbagai pengalaman menarik dirasakan Purbo saat beraksi dengan kostum superhero.

"Kalau lagi pakai kostum Spiderman, anak kecil sering minta gendong. Enggak mau lepas karena nge-fans banget. Bahkan, ibu-ibu pernah mau ribut pas antre foto sama saya," ceritanya.

Meski lelah seharian mengamen, rasa itu terhapus kala melihat pengunjung senang dengan aksinya.

Aksi Purbo ngamen berkostum Batman

Dua orang anak berpose dengan Purbo yang membentangkan jubah hitamnya di perkampungan Kalibaru, Cilodong, Depok pada Rabu (18/11/2020).
Dua orang anak berpose dengan Purbo yang membentangkan jubah hitamnya di perkampungan Kalibaru, Cilodong, Depok pada Rabu (18/11/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Saat ditemui TribunJakarta.com Rabu (18/11/2020), Purbo hendak mengamen menggunakan kostum batman.

Sebelum mengamen, ia bersiap mengenakan kostum dan jubah hitam di kediaman adiknya di kawasan Kalibaru, Cilodong, Depok sejak pagi.

Sembari menenteng tabung berwarna merah jambu, ia berkeliling menyusuri jalan-jalan sempit perkampungan.

Anak-anak pun tercuri perhatiannya dengan kehadiran Bruce Wayne asal Depok itu.

Baca juga: Kaget Mobil Berhenti Mendadak, Wanita Pengendara Motor Tewas di Jalan Raya Margonda

Baca juga: Insiden Tembok Ambruk, Khong Guan Diminta Lurah Ciracas Bantu Warga dan Serap Tenaga Kerja

Banyak warga yang memberikan uang kepada Purbo karena penampilannya yang nyentrik dan gagah.

Dalam sehari di masa pandemi, ia bisa meraup sekira Rp 100 ribu.

Sedangkan di waktu normal bisa meraup Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari.

Selama pandemi, ia harus menjemput bola ke perkampungan agar bisa bertahan hidup selama mal sepi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved