Kasus Covid-19 Melonjak, Awak Bus Sekolah Evakuasi Ratusan Pasien Per Hari
Ali Murthado mengatakan dua pekan terakhir jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dievakuasi kembali melonjak
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 mempengaruhi evakuasi yang dilakukan Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Kepala UPAS Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan dua pekan terakhir jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dievakuasi kembali melonjak.
"Ada peningkatan, sekarang rata-rata per harinya kita evakuasi 100 pasien terkonfirmasi Covid-19," kata Ali saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (22/11/2020).
Jumlah tersebut meningkat karena sebelumnya terjadi penurunan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19, yakni rata-rata per harinya berkisar 50.
Peningkatan terjadi seiring banyaknya warga yang dari hasil uji swab di masing-masing Puskesmas wilayah Provinsi DKI dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.
"Ada beberapa pasien terkonfirmasi yang masuk klaster keluarga dan ada juga yang tidak. Hampir di setiap wilayah ada klaster keluarga," ujarnya.
Ali menuturkan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dievakuasi UPAS Dishub DKI Jakarta dibawa ke RS rujukan dan tempat isolasi khusus.
Baca juga: Otavio Dutra Genap Berusia 37 Tahun, Tak Ingin Cepat Gantung Sepatu hingga Tekad Persembahkan Gelar
Baca juga: Pemerintah Kota Bekasi Rancang Teknis Pembelajaran Tatap Muka
Baca juga: Warga Keluhkan Pungutan Rp 20 Ribu untuk Ambil Paket Covid-19, Ketua RT: Uang Buat Beli Rokok
Lokasi evakuasi ini ditentukan tim medis dari masing-masing Puskesmas sesuai domisili pasien terkonfirmasi Covid-19 yang menangani uji swab.
"Kalau secara wilayah kota evakuasi pasien terkonfirmasi per harinya paling banyak dilakukan di Jakarta Utara," tuturnya.
Sebelumnya Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 setelah libur panjang.
Lonjakan kasus ini tidak langsung terlihat karena petugas Puskesmas perlu waktu melakukan uji swab dan penelusuran riwayat kontak erat warga.
"Saat ini pola lonjakan pasca libur panjang sudah mulai terlihat, pola tersebut sama seperti pada saat libur panjang pada bulan Agustus," kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (16/11/2020).