Debat Pilkada Kota Tangsel

Perempuan dan Disabilitas, Saraswati Janjikan Modal Single Mother, Ruhamaben Kritisi Minimnya SLB

Tiga kandidatr pasangan calon Pilkada Tangsel beradu argumen soal alkses terhadap perempuan dan disabilitas.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Rapat pleno terbuka yang diadakan KPU Tangerang Selatan (Tangsel), memutuskan nomor urut pasangan calon yang akan berlaga pada Pilkada Tangsel 2020, di Swiss-belhotel, Serpong, Kamis (24/9/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Topik pemberdayaan perempuan dan kaum disabilitas menjadi ajang kritik bagi pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 2.

Sedangkan pasangan calon nomor urut 3 yang notabene merupakan petahana lebih banyak menyebutkan program yang sudah dijalankannya.

Calon Wakil Wali Kota Rahayu Saraswati, berbicara tentang bantuan kepada kaum ibu yang menjadi pencari nafkah utama di keluarga alias single mother.

Bantuan modal usaha bisa dimanfaatkan para ibu pencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

"Sangat penting untuk kita memberikan ruang untuk perempuan bisa berpartisipasi dalam pembangunan maka dalam pemberian akses permodalan akan diberikan juga prioritas untuk single mother, atau perempuan yang menjadi pencari nafkah utama," ujar Saraswati dalam debat publik Pilkada Tangsel yang disiarkan langsung KompasTV, Minggu (22/11/2020).

Sedangkan terkait disabilitas, Saraswati menyebut Tangsel tidak memiliki sekolah luar biasa (SLB), dan menyayangkan kondisi itu.

"Untuk difable, rupanya Tangsel menajdi satu-satunya kota di Banten yang belum memiliki sekolah luar biasa untuk anak berkebutuhan khusus, itu harus menjadi prioritas," ujarnya.

Sementara, Calon Wakil Wali Kota Ruhamaben, juga berbicara tentang SLB yang disebutnya masih sangat kurang.

Baca juga: Selebgram Millen Cyrus Dikabarkan Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

"Dalam hal ini memang sekolah untuk kaum disabilitas masih sangat kurang di Tangsel. Ini harus diperhatikan terutama kepada orang tua yang membutuhkan mendidik anak-anaknya yang tidak jauh dari rumah mereka," ujar Ruhamaben.

Sedangkan, Calon Wali Kota Benyamin Davnie bicara tentang kesempatan bekerja yang selama ini sudah dibuka bagi kaum disabiltas di sektor pemerintahan.

Selain itu, ia juga mencanangkan pemberdayaan para disabilitas dan perempuan dalam hal pengembangan ekonomi kreatif.

"Memang penting untuk melibatkan kaum disabilitas dan perempuan dalan proses pembangunan. Dalam penerimaan rekrutmen ASN sudah dilakukan seperti demekian."

"Seperti melibatkan kaum disabilitas untuk program ekonomi kreatif nelalui pameran pembangunan dan pelatihan-pelatihan dan sebagainya sudah dilakukan oleh Pemkot Tangsel dan ke depan akan terus kita tingkatkan," ujarnya.

Sepeti diketahui, debat kandidat perdana kali ini, KPU Tangsel mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Tangsel yang Sehat, Berkarakter, Maju dan Sejahtera”.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved