Virus Corona di Indonesia
Lonjakan 524 Kasus Dalam Sehari, Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 10.095 Orang Terkonfirmasi Positif
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Riholawati mengatakan, lonjakan kasus terjadi akibat kegiatan tes masif yang terus dilakukan
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Sebaran Covid-19 di Kota Bekasi tembus di angka 10.095 kasus warga terkonfirmasi positif, angka itu mengalami pelonjakan sebanyak 524 kasus dalam sehari, Senin (30/11/2020).
Berdasarkan data di situs corona.bekasikota.go.id, kasus kumulatif hari ini sebanyak 10.095, terdapat 9.075 pasien yang dinyatakan sembuh, 850 pasien masih dalam perawatan dan 170 orang meninggal dunia.
Angka itu melonjak dibandingkan kemarin, Minggu (29/11/2020) di mana kasus kumulatif sebanyak 9.588, terdapat 9.075 pasien sembuh, 850 kasus masih dirawat dan 170 orang meninggal dunia.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Riholawati mengatakan, lonjakan kasus terjadi akibat kegiatan tes masif yang terus dilakukan pihaknya.
"Karena memang pemerintah kota secara masif melakukan pemeriksaan, ternyata terkoreksi orang yang terkonfirmasi cukup besar ya," kata Tanti saat dijumpai di gedung DPRD Kota Bekasi.
Baca juga: Ratusan PPSU di Jakarta Utara Jalani Uji Sertifikasi dengan Protokol Covid-19
Baca juga: Manajemen Persija Tidak Halangi Pemain untuk Berkarier di Luar Negeri
Baca juga: Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi Beri Bantuan kepada Korban Kebakaran di Petamburan
Dia menambahkan, pengendalian Covid-19 di Kota Bekasi hingga saat ini mengandalkan tenaga medis di 43 puskesmas di seluruh Kota Bekasi.
Kegiatan kontak tracing dilakukan pihak puskesmas ke lingkungan warga yang ditemukan positif Covid-19 melalui tes masif.
Pemerintah Kota Bekasi juga memiliki laboratorium pengujian spesimen di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Tiga RSUD Tipe D dan Labkesda serta satu unit laboratirum portable di posko Covid-19 Stadion Patriot.
"Tetapi bagaimana pun pandemi ini kan untuk penyebaaran kasusnya luar biasa," terang dia.
Masyarakat juga diminta agar tetap mematuhi protokol kesehatan, tim sosialisasi dari tingkat kota hingga kelurahan terus bekerja selain tim medis melakukan tracing dengan tes masif.
"Oleh karena itu kita mengajak kepada masyarakat bersama-sama melaksanakan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker) tersebut," tegasnya.