Info Tekno

Ingin Ikut Pelatihan IT Tapi Gak Punya Modal? Simak Tipsnya

Berikut tips mengikuti pelatihan bidang IT tetapi tidak punya modal cukup, gak perlu khawatir.

Editor: Kurniawati Hasjanah
dok. Hacktiv8
Pelatihan Hacktiv8 di bidang IT 

TRIBUNJAKARTA.COM - Persaingan dunia kerja dalam tahun-tahun mendatang akan menjadi jauh lebih sulit dan kompetitif.

Pasalnya, disrupsi digital telah menggeser jenis-jenis pekerjaan yang ada, sehingga diprediksi bahwa hampir separuh (42%) skill yang dibutuhkan perusahaan akan berubah.

Hal ini diperparah dengan kehadiran pandemi, yang memaksa semua perusahaan untuk melakukan digitalisasi operasional, serta memangkas jumlah tenaga kerja yang perannya tergantikan oleh sistem otomatis atau mesin.

Mengatasi hal ini, Hacktiv8 sebagai coding bootcamp pertama di Indonesia mengenalkan skema bagi hasil untuk pelatihan di bidang IT.

"Program skema bagi hasil dari Hacktiv8 mempermudah mereka untuk mendapatkan pendidikan IT intensif hingga siap-kerja, tanpa perlu membayar biaya di muka,” ungkap Ronald Ishak, CEO dari Hacktiv8 dalam keterangannya pada Selasa (1/12).

Salah satu alumni yang bergabung di Hacktiv8 dengan menggunakan skema bagi hasil adalah Ahmad Waluyo.

Baca juga: Cara Alami Mencerahkan Selangkangan Hitam, 6 Obat Tradisional Ini Bisa Jadi Solusi

Sebelum pandemi, ia telah berganti-ganti pekerjaan sebagai staf gudang, staf di studio foto, pramusaji di restoran, hingga pengemudi ojek online.

Namun, setelah menempuh program bootcamp di Hacktiv8 selama pandemi, kini ia berhasil menjadi full-stack engineer di salah satu perusahaan swasta.

“Melihat persaingan dunia kerja yang sudah semakin berat, saya merasa harus meningkatkan kapasitas diri agar tidak kalah bersaing. Akhirnya saya memberanikan diri resign dari pekerjaan dengan modal satu bulan gaji," imbuh Waluyo.

Bukan tanpa alasan, Waluyo terjun ke bidang IT karena tertarik dengan program yang ditawarkan Hacktiv8.

FOLLOW JUGA:

"Saya memilih menempuh program ISA di bootcamp Hacktiv8 karena saya bisa belajar dulu sampai mendapatkan pekerjaan di bidang IT, tanpa perlu bayar apa-apa,” ungkap Waluyo.

Cerita Waluyo menunjukkan bahwa program ISA merupakan salah satu bentuk investasi bagi siapa pun yang menaruh minat untuk bekerja di bidang IT, serta sebagai katalis bagi talenta Indonesia yang terhambat isu finansial saat ingin meraih karir impian.

Skema Hacktiv8 ini secara efektif merespons kebutuhan di dua sisi mata uang, yaitu memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap tenaga IT berkualitas hanya dalam waktu empat bulan; serta mempermudah masyarakat Indonesia untuk meraih pendidikan teknologi dan informatika tanpa terhalang beban biaya yang berat.

Pada program skema bagi hasil, alumni Hacktiv8 tidak perlu membagikan pendapatan jika belum bekerja atau belum mencapai batas minimum pendapatan per bulan sebesar Rp8 juta.

Baca juga: 7 Bocah Bahayakan Diri Main Perosotan di Aliran Kanal Banjir Timur, Begini Kata Lurah Pondok Kopi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved