Pemkot Jakarta Timur Targetkan Evakuasi 1.000 Korban Banjir Rampung dalam Waktu 3 Jam

Simulasi Kampung Tangguh Bencana, Pemkot Jakarta Timur menarkgetkan 1.000 orang bisa dievakuasi sampai posko pengungsian dalam waktu 3-5 jam

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Simulasi evakuasi warga korban banjir di RW 16 Kelurahan Cililitan yang jadi Kampung Tangguh Bencana, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pemkot Jakarta Timur menggelar simulasi Kampung Tangguh Bencana di RW 16, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati pada Selasa (1/12/2020).

Selain pengurus RT/RW yang paling mengetahui kondisi warga dan lokasi, setiap Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) Pemkot Jakarta Timur dilibatkan.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pelibatan seluruh perangkat dalam evakuasi ini guna mengantisipasi banjir di musim hujan.

"Mungkin semua sudah mengetahui perannya masing-masing ketika banjir, tetapi di tahun ini kita juga menghadapi pandemi Covid-19. Maka kita lakukan simulasi agar semuanya terintegrasi," kata Anwar di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020).

Dia mencontohkan penanganan evakuasi bagi kelompok rentan seperti lansia, anak, dan ibu hamil yang butuh penanganan khusus selama di posko.

Di masing-masing tenda yang dibangun Sudin Sosial Jakarta Timur, Anwar meminta diberlakukan penerapan protokol kesehatan guna mencegah kerumunan.

“Intinya dalam penanganan bencana pada tahun ini harus dikemas sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Piala AFC Akan Gunakan Format Baru, Digelar April 2021 dan Dipusatkan di Satu Tempat

Kasi Perlindungan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Sudin Sosial Jakarta Timur, Abdul Salam menuturkan pihaknya menyiapkan tenda dengan sekat.

Di masing-masing tenda terdapat empat sekat, kapasitas tampung satu sekat ini bisa menampung satu keluarga beranggotakan lima jiwa.

"Kita melihat pakai standar protokol kesehatan. Karena ini kan untuk mencegah kerumunan, nanti juga ada pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas di lokasi," tutur Abdul.

Simulasi evakuasi warga korban banjir di RW 16 Kelurahan Cililitan yang jadi Kampung Tangguh Bencana, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020)
Simulasi evakuasi warga korban banjir di RW 16 Kelurahan Cililitan yang jadi Kampung Tangguh Bencana, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020) (Istimewa)

Perihal lama evakuasi sejak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan peringatan agar warga di bantaran kali mengungsi.

Abdul menyebut waktu evakuasi yang dilakukan petugas gabungan dari rumah warga hingga ke posko pengungsian ditarget rampung tiga jam.

"Untuk satu RW dengan kisaran 1.000 jiwa lama waktu evakuasi sampai ke posko pengungsian 3-5 jam. Karena Kampung Tangguh Bencana ini lingkupnya satu RW,," lanjut dia.

Perkiraan waktu itu jika evakuasi dilakukan saat ketinggian air di RW 16 yang berada dekat bantaran Kali Ciliwung masih berkisar di ketinggian satu meter.

Baca juga: Ada Pegawai Positif Covid-19, Kelurahan Pejaten Timur Tetap Buka Pelayanan Secara Normal

Rentan waktu tiga jam tersebut juga berlaku dalam persiapan konsumsi bagi pengungsi yang dimasak di dapur umum oleh Sudin Sosial Jakarta Timur.

"Dapur umum dibuka setelah pengungsi masuk ke posko. Jadi setelah data pengungsi dari Ketua RW masuk dan ada Intruksi langsung kita buka dapur umum," kata Abdul.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved