Breaking News:

Antisipasi Anak-anak Berenang di Aliran KBT, Pemkot Jaktim Buat Saringan dan Pengaman Jeruji

Pemkot Jakarta Timur ambil langkah tegas guna antisipasi anak-anak bermain dan berenang di sepanjang aliran Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar saat ditemui di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (3/12/2020). Pemkot Jakarta Timur ambil langkah tegas guna antisipasi anak-anak bermain dan berenang di sepanjang aliran Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemkot Jakarta Timur ambil langkah tegas guna antisipasi anak-anak bermain dan berenang di sepanjang aliran Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur.

Pada awal pekan ini, warga sekitaran Pondok Kopi, Jakarta Timur dihebohkan dengan beredarnya video yang berisikan delapan bocah yang sedang bermain air dan perosotan di saluran air yang ada di KBT.

Alhasil, Pemkot Jakarta Timur melalui jajarannya mengambil langkah tegas guna mencegah kegiatan serupa.

Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Kelurahan Pondok Kopi.

Anwar menjelaskan bila dirinya telah mengarahkan Lurah Pondok Kopi, Rasikin untuk segera membangun pembatasan di sekitar lokasi tersebut.

"Itukan pertama saluran mampet. Cari secara tupoksi itu bukan kita (Pemkot Jakarta Timur), tapi kan namanya kita seorang pamong harus melaksanakan. Saya perintahkan Lurah untuk membuat saringan," katanya saat ditemui di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (3/12/2020).

Anwar menyebut tupoksi tersebut sebenarnya berada pada pihak Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BSCC).

Baca juga: Sempat Kesurupan, Pengantin Baru Ditemukan Gantung Diri di Kamar Rumah

Namun, untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan atau korban jiwa, ia meminta agar pihak Kelurahan Pondok Kopi segera memasang pengaman berupa jeruji selain saringan.

"Kemarin kan itu mampet lalu kita bersihkan. Ketika bersih dijadikan perosotan. Secara tupoksi BSCC, tapi kita ambil alih. Kita buat pengaman jeruji gitu,"

"Itu kemarin saya sudah perintahkan tidak usah bilang BSCC lagi. Nanti bersurat ke pusat lama lagi. Sebab tetap aja kalau ada apa-apa kita sebagai pamong disalahkan," jelas Anwar.

Nantinya pemasangan jeruji dan saringan akan dilakukan sesegera mungkin.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved