Pengakuan Penjambret Gawai Bocah di Tangerang: Kepepet Ekonomi Untuk Beli Susu Anak

Kapolsek Cipondoh, AKP Maulana Mukarom mengatakan, FS mengaku terhimpit masalah ekonomi sampai nekat menjambret seorang anak kecil

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Tersangka FS saat dibekuk Polsek Cipondoh, Polres Metro Tangerang Kota setelah aksinya viral terekam kamera pengintai menjanbret gawai milik anak kecil, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PINANG - FS, Pelaku penjambretan gawai milik anak kecil di Kota Tangerang yang Viral berhasil dicokok Polsek Cipondoh.

Saat itu, FS nekat menjambret gawai milik anak kecil saat sedang asyik memainkannya di depan sebuah warung.

Ia ditangkap enam jam setelah melancarkan aksinya di bilangan Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Jumat (4/12/2020).

Kepada penyidik, FS mengaku baru sekali melancarkan aksinya karena terpaksa.

Terpaksa keadaan yang mengharuskan dirinya membeli susu untuk buah hatinya namun isi dompet berkata lain.

"Baru kali ini aja nekat pak, soalnya untuk beli susu anak saya yang sedang sakit di rumah," aku FS.

Saat kejadian, ia pun tidak merencanakan aksinya terlebih dahulu melainkan melihat ada kesempatan di jalan.

"Spontan aja pak, enggak kepikiran apa-apa waktu itu soalnya yang kepikiran cuma anak saya di rumah sedang sakit," lanjut FS.

Senada dengan FS, Kapolsek Cipondoh, AKP Maulana Mukarom mengatakan, FS mengaku terhimpit masalah ekonomi sampai nekat menjambret seorang anak kecil.

"Sampai sekarang ia mengaku kareja faktor ekonomi saja, dan katanya baru sekali melakukannya. Tapi masih terus kita dalami," ujar Maulana.

Dari rekaman video yang tersebar di media sosial, tiba-tiba saja FS yang mengendarai kendaraannya langsung berhenti di dekat korban dan menunggu waktu yang tepat untuk beraksi.

"Selang lima menit pelaku turun dari sepeda motor lalu merampas handphone yang sedang digunakan oleh korban, kemudian pelaku melarikan diri dan korban teriak maling sambil mengejar," ungkap Maulana, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Polisi Belum Temukan Potongan Kepala dan Kaki Korban Mutilasi di Bekasi

Baca juga: Rizieq Shihab Sedih Dengar Rombongan FPI Terlibat Kericuhan dengan Oknum Aparat

Baca juga: Puluhan Personel TNI Bersenjata Lengkap Berjaga di RS Polri Kramat Jati

Memang, korban saat itu memberikan perlawanan dengan mengejar motor korban dan terdengar jelas ia teriak maling.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved