Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Belajar Menerapkan Aplikasi Jejak, Warga Kelurahan Karang Anyar Tidak Boleh Gaptek

Lurah Karang Anyar, Heru Supriyano, meminta warga Kelurahan Karang Anyar tidak gagap teknologi (Gaptek) guna sebagai pilot project aplikasi JAKI

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kode QR dari Aplikasi Jejak yang berfungsi mengendalikan penyebaran virus corona Covid-19, di kantor Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Kelurahan Karang Anyar, Jakarta Pusat, sedang belajar menerapkan aplikasi 'Jejak'.

Lurah Karang Anyar, Heru Supriyano, meminta warga Kelurahan Karang Anyar tidak gagap teknologi (Gaptek) guna sebagai pilot project program aplikasi JAKI dengan fitur Jejak.

Menurut dia, sebaiknya warga di Kelurahan Karang Anyar melek teknologi lantaran Jakarta sebagai ibu kota.

"Warga Jakarta tidak boleh gaptek, harus mengikuti perkembangan zaman karena tinggal di kota besar," kata Heru, dalam keterangan resminya, Rabu (16/12/2020).

"Kalau tidak bisa mengikuti teknologi, akan ketinggalan. Sebab semuanya serba online,” lanjutnya.

Meski warganya telah mengunakan teknologi berbasis android dan paham teknologi, lanjutnya, tapi masih ada yang gaptek.

“Inilah yang kadang menjadi kendala kami dalam pelayanan. Karena ada warga yang belum memenuhi kriteria itu," jelas Heru.

"Tapi sebagai lurah dan pelayan masyarakat, harus bijak menyikapi itu agar program ini berjalan dengan baik dan lancar," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat aplikasi 'Jejak' di depan pintu masuk utama Kantor Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved