Atasi Banjir Rob di Jakut, Dinas SDA DKI Uji Coba 4 Pompa Mobile Asal Belanda Seharga Rp 22 M

Tanggulangi banjir rob yang kerap terjadi di Jakarta Utara, Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) membeli empat pompa mobile dari Belanda.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa/Dok Dinas SDA DKI
Kepala Dinas SDA DKI Juaini Yusuf (batik coklat) saat meninjau uji coba pompa mobile asal Belanda. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna menanggulangi banjir rob yang kerap terjadi di Jakarta Utara, Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) membeli empat pompa mobile dari Belanda.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, pompa tersebut memiliki dua kapasitas.

Rinciannya, dua pompa memiliki daya sedot 1.000 liter per detik dan sisanya berkapasitas 350 liter per detik.

"Untuk pompa berkapasitas 350 liter per detik dibeli seharga Rp 4 miliar per unit. Sedangkan, pompa mobile berkapasitas 1.000 liter per detik Rp 7 miliar," ucapnya, Kamis (17/12/2020).

Dengan demikian, Dinas SDA telah menggelontorkan Rp 22 miliar dari APBD 2020 untuk membeli empat pompa mobile tersebut.

Keempat pompa itu pun telah diuji coba di Kali Asin, Jalan Pluit Karang Barat, Penjaringan, Jakarta Utara siang tadi.

Nantinya, dua pompa berkapasitas 1.000 liter per detik bakal disiagakan di Muara Angke.

Baca juga: Viral Gengster Bermotor di Pondok Gede Bekasi Acungkan Senjata Tajam, Sempat Tabrak Warga di Gang

“Di Muara Angke kan sekarang pompa stasioner yang wilayah timur itu ada 1.000 liter per detik, karena catchment area (daerah aliran sungai) bertambah, makanya untuk sementara kami bantu dengan pompa itu,” ujarnya.

Keberadaan alat ini menambah jumlah pompa mobile yang selama ini dimiliki DKI Jakarta yang mencapai 180 unit.

Pada 2021 mendatang, Dinas SDA DKI Jakarta bakal kembali membeli pompa yang akan disiagakan di lima kota administrasi.

"Tahun 2021 kami akan melakukan penambahan lagi pompa mobile karena memang lokasi di lima wilayah masih ada yang kami backup, jadi akan kami tambah lagi pompanya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Adrian Mara Maulana mengatakan, pompa asal negeri kincir angin berkapasitas 1.000 liter per detik itu bakal disiagakan untuk mengganti pompa stasioner yang sedang dalam perawatan.

"Jadi pompa yang berkapasitas 1.000 liter per detik ini sifatnya hanya pengganti sementara pompa stasioner karena kapasitasnya besar,” kata Adrian.

Baca juga: Mutilasi Pegawai Minimarket, Puncak Amarah Manusia Silver Saat Sakit Tetap Dicabuli

Dengan kapasitas sedot yang tergolong besar, diharapkan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah itu bisa lebih cepat surut.

“Tentu yang kami harapkan tidak ada genangan yang diakibatkan air rob, karena untuk wilayah Jakarta Utara sendiri trennya adalah air rob. Sangat jarang Jakarta Utara banjir, terutama karena kiriman dari hulu,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved