Kaleidoskop Jabodetabek 2020

Kaleidoskop 2020, Predator Seksual Asal Depok yang Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup di Inggris

Psikolog mengatakan dari ciri-ciri modus yang dilakukan Reynhard mengarah pada tindakan psikopat mudah kelabui korbannya

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Greater Manchester Police via BBC
Reynhard Sinaga 

Latar Belakang Pendidikan

Kepala Sekolah SMAN 1 Depok Supiatna, tak menampik bahwa Reynhard Sinaga adalah alumni sekolahnya.

Dikonfirmasi wartawan, Supiatna mengaku telah mendengar kabar tersebut dari berbagai media pemberitaan.

“Sebenarnya saya sudah melihat berita di media lokal. Mendengar informasi itu saya kan harus cek kebenarannya karena yang ditanyakan itu benarkah yang bersangkutan adalah alumni dari sekolah ini, dan benar yang bersangkutan alumni tahun 2002 ya,” jelas Supiana.

Supiatna mengatakan, untuk diterima dan lulus dari sekolah tersebut setiap murid harus berperilaku baik.

“Yang jelas dinyatakan lulus dari sini harus minimal berperilaku baik pasti, kalau ranking dia (Reynhard) tidak ya artinya middle ya,” tambahnya.

Semasa sekolah, Supiatna berujar bahwa Reynhard mengambil jurusan IPA dan diterima masuk melalui jalur NEM.

"Dia jurusan IPA dulu waktu sekolah," bebernya.

Terakhir, Supiatna mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang didapat, semasa sekolah Reynhard merupakan murid yang baik.

"Sepengetahuan saya dari informasi yang digali itu anaknya baik tidak menunjukkan gejala yang prihatin seperti ini, tidak ada gejala yang menuju kesana. Dia masuk dulu ke SMA ini menggunakan jalur NEM," pungkasnya.

Tanggapan Psikolog

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengatakan dari ciri-ciri modus yang dilakukan Reynhard mengarah pada tindakan psikopat yang di antaranya adalah dapat dengan mudah mengelabui korbannya.

“Kalau melihat sebagian ciri-cirinya memang mengarah pada ciri-ciri psikopat, antara lain dengan caranya ia bisa dengan mudah mengelabui orang lain,”ujar Aully.

Aully memaparkan, psikopat adalah seseorang yang manipulatif dan mudah mendapatkan kepercayaan orang lain, dan cukup sulit dikenali bahwa orang tersebut merupakan psikopat sehingga memerlukan asesmen yang mendalam.

“Orang dengan psikopat biasanya juga tidak bisa membedakan benar dan salah sehingga ketika melakukan hal salah atau yang kriminal, mereka tidak merasa bersalah apalagi menyesali,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved