Breaking News:

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kunci Penting Membangun Ekosistem Pembelajaran Daring

Survei yang digelar Oktober 2020 tersebut menyebutkan, sebanyak 80,5% persen masyarakat ingin program bantuan kuota internet dilanjutkan

Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Peserta didik mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada hari pertama Tahun Ajaran Baru 2020/2021, Senin (13/7/2020), yang digelar di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menggelar diskusi & rilis temuan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Outlook Pendidikan 2021: Membangun Ekosistem Pembelajaran Daring & Pentingnya Internet Sehat”.

Tahapan FGD tersebut dilaksanakan mulai tanggal 7 – 12 Desember 2020 dengan melibatkan 6 pakar, pengamat dan praktisi pendidikan.

Dalam diskusi tersebut, Ali Rif’an, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, dalam pengantarnya mengatakan bahwa FGD digelar merupakan tindak lanjut dari temuan survei nasional tentang program kuota internet gratis Pusdatin Kemendikbud RI.

Survei yang digelar Oktober 2020 tersebut menyebutkan, sebanyak 80,5% persen masyarakat ingin program bantuan kuota internet dilanjutkan pada tahun 2021.

“Tentu di era revolusi industri 4.0 dan gelombang teknonologi digital yang makin canggih, pembelajaran daring punya prospek yang panjang. Apalagi menurut survei kami, aspirasi publik ingin program kuota internet gratis perlu dilanjutkan tahun 2021,” ujar Ali Rif’an, Kamis (17/12/2020).

Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menggelar diskusi & rilis temuan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Outlook Pendidikan 2021: Membangun Ekosistem Pembelajaran Daring & Pentingnya Internet Sehat”.
Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menggelar diskusi & rilis temuan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Outlook Pendidikan 2021: Membangun Ekosistem Pembelajaran Daring & Pentingnya Internet Sehat”. (Istimewa)

Baca juga: Jelang Tahun Baru, Begini Cara Persiapkan Dana Pendidikan Si Kecil

Baca juga: Berikut Lowongan Kerja dari Yakult, Pendidikan SMA-S1, Simak Posisi dan Syarat Pendaftarannya

Karena itu, menurutnya, di penghujung tahun 2020, perlu dibuat diskusi khusus soal outlook pendidikan 2021, khususnya menyoal ekosistem pembelajarn daring dan pentingnya internet sehat. “Itulah alasan mengapa kita ingin membahas secara khusus outlook pendidikan 2021,” tambahnya.

Sementara itu, menurut M Hasan Chabibie (Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud RI) dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan saat ini dan di masa mendatang. Itulah mengapa bantuan kouta internet gratis sangat penting, sebagai upaya menjaga nyala api pendidikan nasional.

"Teknologi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan sekarang dan di masa mendatang. Bantuan kuota internet bentuk negara hadir, dan upaya menjaga asa dunia pendidikan kita di tengah pandemi," kata M. Hasan Chabibie dalam sambutannya.

Peneliti Utama Bidang Pendidikan Arus Survei Indonesia, Budy Sugandi, dalam pemaparan temuan FGD mengatakan, dalam konteks membangun ekosistem pembelajaran daring, kolaborasi antara pihak pemerintah dan swasta menjadi prasyarat penting .

“Untuk membangun ekosistem pembelajaran daring, pihak pemerintah harus bersinergi (baik Kemendikbud sebagai pencipta regulasi ataupun Kominfo dan kementerian lainnya sebagai penunjang) dengan pihak swasta (yakni pihak provider ataupun pemilik aplikasi dan platform pembelajaran daring),” kata Budy Sugandi.

Sementera terkait pentingnya internet sehat, Budy mengatakan bahwa perlu adanya edukasi yang berkesinambungan, seperti halnya tidak melakukan ujaran kebencian (hate sepeech) dalam pemakaian internet (bermedia sosial). “Kampanye yang menyeluruh ke seluruh komponen untuk menggunakan internet sehat perlu secara gencar dilakukan,” tambahnya.

Sebagai informasi, acara tersebut juga dihadiri sejumlah narasumber antara lain, Dr. Achmad Samsudin, M. Pd (Kaprodi Pendidikan Fisika UPI), Fikri Muslim M. SC (Peneliti LIPI), Fransisca Oetami (CEO Clevio Coder Camp).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved