Kaleidoskop Jabodetabek 2020

Kaleidoskop 2020: Akhir Penantian Anies Setelah 2 Tahun 'Menjomblo' Usai Ditinggal Sandi Uno Nyapres

Proses pemilihan Wagub DKI ini memang terbilang alot lantaran nama calon pengganti Sandi yang diajukan PKS tak kunjung disahkan dewan Kebon Sirih.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Dokumentasi - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) saat bersalaman usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tahun 2020 menjadi akhir penantian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah hampir dua tahun ‘menjomblo’ sejak ditinggal wakilnya Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno meletakan jabatannya sebagai wakil gubernur (Wagub) DKI pada Agustus 2018 setelah memilih mendampingi Prabowo Subianto dalam ajang pemilihan presiden (Pilres) 2019 lalu.

Anies pun terpaksa menjalankan roda pemerintah di ibu kota seorang diri.

Lika Liku Proses Pemilihan Wagub DKI

Bila ditelisik lebih jauh, bukan keinginan Anies Baswedan pemimpin DKI Jakarta seorang diri.

Proses pemilihan Wagub DKI ini memang terbilang alot lantaran nama calon pengganti Sandi yang diajukan PKS tak kunjung disahkan dewan Kebon Sirih.

Awalnya, PKS mencalonkan nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto untuk mengisi kekosongan kursi Wagub DKI.

Namun, sampai masa bakti DPRD DKI periode 2014-2019 selesai, proses pemilihan Wagub ini seolah seperti jalan ditempat.

Memasuki periode baru DPRD DKI, titik terang proses pemilihan Wagub DKI mulai terlihat.

Gerindra Calonkan Ahmad Riza Patria

Fraksi Gerindra yang sebenarnya tidak memiliki hak untuk kursi Wagub DKI mendesak PKS untuk segera mempercepat proses pemilihan Wagub.

Mereka pun kemudian mengajukan nama Ahmad Riza Patria sebagai salah satu calon Wagub DKI.

Keinginan Gerindra memasukan nama kadernya dalam bursa pemilihan calon Wagub DKI sempat membuat PKS berang.

Namun, PKS akhirnya luluh dan memilih politisi senior Nurmansjah Lubis sebagai pesain Ariza.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved