Breaking News:

Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Divonis Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Begini Reaksi Djoko Tjandra

DJoko Tjandra divonis ultra petita atau vonis melebihi tuntutan jaksa terkait surat jalan palsu.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Djoko Tjandra saat menjalani sidang putusan kasus surat jalan palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020) 

TRIBUNJAKAR.COM, CAKUNG- DJoko Tjandra divonis ultra petita atau vonis melebihi tuntutan jaksa terkait surat jalan palsu.

Jaksa penuntut umum menuntut DJoko Tjandra hanya dua tahun penjara. Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis Djoko Tjandra 2 tahun atau enam bulan.

Terkait vonis yang melebihi tuntutan tersebut, Djoko Tjandra belum memberikan kepastian apakah menerima atau mengakukan banding.

"Pikir-pikir," tutur Djoko Tjandra saat ditanya Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai perbuatan Djoko Tjandra yang melarikan diri dan bepergian saat adanya pandemi Covid-19 sangat membahayakan.

"Yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa dilakukan dalam keadaan melarikan diri dari pidana dan membahayakan masyarakat karena melakukan perjalanan tanpa dites bebas Covid-19," ujar Ketua Majelis Haki Muhammad Sirat.

Adapun Surat perjalanan palsu tersebut dibuat dengan bantuan Anita Kolopaking yang kala itu menjadi pengacara saat dia hendak mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

Lalu bantuan Brigjen Prasetijo Utomo yang saat kejadian menjabat Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri sehingga perjalanan dipalsukan jadi perjalanan dinas.

Baca juga: Hari Ibu 2020 : Imam Budi Hartono Kenang Sosok Emak yang Mengajarkan Segalanya

Baca juga: Lebih Berat dari Tuntutan, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Terkait Surat Jalan Palsu

Baca juga: Kemenhub keluarkan Aturan, Liburan Pakai Mobil Pribadi Tak Wajib Tes Antigen

Vonis dua tahun enam bulan penjara sendiri lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Djoko divonis dua tahun penjara.

Terkait putusan tersebut, jaksa masih membutuhkan waktu apakah menerima atau mengajukan banding.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved