Natal dan Tahun Baru 2021
Jalur Puncak Bogor Ditutup Malam Tahun Baru 2021 Mulai Pukul 18.00 WIB, Wisatawan Wajib Tes Antigen
Jalur Puncak Bogor bakal ditutup dari kedua arah pada malam Tahun Baru 2021. Cek jadwal penutupan Jalur Puncak Bogor.
TRIBUNJAKARTA.COM - Jalur Puncak Bogor bakal ditutup dari kedua arah pada malam Tahun Baru 2021.
Rekayasa lalu lintas itu dilakukan jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat di kawasan Puncak untuk menghadapi perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Penutupan dari arah Cianjur dimulai dari bunderan Tugu Lampu Gentur atau Pos TMC Cepu VIII.
Kemudian dari arah Bogor menuju kawasan Puncak akan ditutup mulai Pos Pol Jabar IX atau kawasan Botol Kecap Ciloto.
Sejumlah rekayasa lalu lintas disiapkan jajaran kepolisian resor Cianjur, Jawa Barat, di kawasan Puncak menghadapi momen perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur AKP Meilawaty mengatakan penutupan arus di dua titik itu akan mulai dilakukan sejak pukul 18.00 WIB, Kamis (31/12/2020) hingga pukul 06.00 WIB, Jumat (1/1/2021).
“Dengan demikian, arus kendaraan dari arah Bandung yang hendak menuju Bogor atau Jakarta dan sekitarnya dialihkan ke jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi,” kata Meilawaty dikutip dari Kompas.com, Selasa (22/12/2020).

Disebutkan, langkah tersebut guna mengurangi kepadatan lalu lintas dan mencegah penyebaran Covid-19 di jalur Puncak pada malam tahun baru.
Selain itu, guna mencegah kecelakaan lalu lintas pada saat arus mudik Nataru, jajarannya akan melakukan tes urine terhadap pengendara.
“Kami imbau pengguna jalan untuk selalu waspada saat berkendara, disiplin dan senantiasa mematuhi setiap arahan dari petugas di jalan raya,” ucapnya.
Wisatawan Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen

Penutupan tempat hiburan di wilayah Jakarta jelang akhir tahun 2020 membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor khawatir.
Pasalnya, kawasan Puncak Bogor selalu jadi lokasi yang banyak dipilih warga Jakarta untuk berlibur.
Pemkab Bogor pun akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di kawasan Puncak Bogor saat akhir tahun 2020 ini.
"Kalau kita gelar rapid gak mungkin juga kan karena begitu banyak tempat wisata, luasnya Kabupaten Bogor, tenaga kita juga terbatas. Jadi sebaiknya lebih selektif dalam menerima kunjungan," kata Ade Yasin kepada wartawan, Senin (21/12/2020).
Dia menjelaskan bahwa hasil tes Covid-19 harus ditunjukan untuk para pengunjung saat berkunjung ke Bogor.
"Bukan wajib, diimbau kepada pelaku usaha ya untuk ditanya. Kalau kita ke Jakarta kan pasti juga ditanya. Kalau gak ada ya, syaratnya itu," kata Ade Yasin.
Lebih lanjut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan menjelaskan bahwa hal ini berlaku selama libur natal dari tanggal 23 - 25 Desember 2020 dan libur tahun baru tanggal 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.
Aturan yang berlakukan juga mengikuti kebijakan DKI Jakarta seperti jam operasional pertokoan maksimal sampai pukul 19.00 WIB.
"Untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Puncak kita sudah ada arah kebijakan, para wisatawan pertama harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di Kabupaten Bogor, selain itu dia juga harus membawa hasil rapid tes antigen yang menyatakan negatif. Minimal tiga hari sebelum kedatangan dia sudah melakukan itu, sudah melakukan rapid tes antigen," ungkap Irwan.
Jika ada wisatawan yang tidak bisa menunjukan hasil rapid test antigen, kata Irwan, maka terpaksa harus putar arah kembali ke tempat asal.
Operasi Lilin Lodaya 2020

Sebanyak 2.180 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Lilin Lodaya 2020.
Operasi lilin ini digelar untuk menciptakan kondusifitas dalam peringatan Hari Natal dan Tahun Baru 2020 di tengah Pandemi Covid-19.
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menyampaikan amanat Kapolri agar bersama-sama menjaga ketertiban, meningkatkan kewaspadaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Sehingga masyarakat dapat melaksanakan Hari Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman. Tentunya, kami tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk merayakan hari raya Natal dan pergantian tahun baru di rumah saja," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Senin (21/12/2020).
Baca juga: Ditunjuk Jokowi, Tanggapan 6 Menteri Baru Ini Beragam Mulai dari Kaget hingga Ibaratkan Wasit Tinju
Baca juga: Operasi Lilin 2020, Polda Metro Jaya Dirikan 30 Pos Pelayanan Dilengkapi Fasilitas Rapid Test Gratis
Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jakarta Pusat Bangun 32 Sumur Resapan di Petamburan
Kabag Ops Polres Bogor AKP Fitra Zuanda menambahkan bahwa sebanyak 2.180 aparat gabungan ini melibatkan TNI termasuk personel bantuan Bawah Komando Operasi (BKO).
Mereka terdiri dari 859 personel Polres Bogor, 200 BKO Brimob, 150 TNI, 100 Dishub, 10 Jasa Raharja, 80 BPBD, 200 Satpol PP, 48 Dinkes, 55 PMI, 69 Damkar, 200 Linmas, 100 Pramuka, 200 Linmas, 100 JKU Polmas, 50 Orari, 5 Organda dan4 personel PLN.
"Dalam pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2020 ini kami menyiapkan 15 pospam, 202 pos gatur, 1 pos lelayanan, 3 pos rest area dan 1 posko utama dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkap AKP Fitra Zuanda.
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan yang ke Puncak Bogor Harus Tunjukan Hasil Tes Rapid Antigen, .
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Operasi Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Bogor, 2.180 Personel Gabungan Disiagakan, .
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Malam Pergantian Tahun, Jalur Puncak Ditutup dari Arah Cianjur dan Bogor Mulai Pukul 18.00 WIB",