Sepanjang Tahun 2020, Terjadi Kejahatan di Jadetabek Setiap 17 Menit Sekali
Irjen Pol Fadil Imran menyebut setiap 17 menit sekali terjadi tindak pidana di wilayah hukumnya yang meliputi Jadetabek, kasus kriminalitas menurun.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut setiap 17 menit sekali terjadi tindak pidana di wilayah hukumnya yang meliputi Jakarta, Depok, Tangerang Kota, dan Kota Bekasi (Jadetabek) sepanjang tahun 2020.
"Pada tahun 2020, setiap 17 menit 33 detik terdapat satu kasus kejahatan," kata Fadil saat acara rilis akhir tahun Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020).
Namun demikian, Fadil mengatakan telah terjadi perlambatan waktu terjadinya kejahatan dibandingkan tahun lalu.
Pada 2019, satu kasus kejahatan terjadi setiap 16 menit 11 detik.
"Artinya mengalami perlambatan selama satu menit 22 detik di 2020 ini," ujar dia.
Sebelumnya, ia menjelaskan angka kriminalitas di Jadetabek menurun sepanjang tahun 2020.
Tahun ini, jumlah kasus kriminalitas di Jadetabek mencapai 30.324.
Baca juga: Angka Kriminalitas di Jadetabek Menurun Selama 2020, Kasus Curat dan Pemerasan Meningkat
Angka itu menurun dibandingkan 2019 yang jumlahnya mencapai 32.614 kasus.
"Menurun 2.290 kasus atau turun tujuh persen," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat acara rilis akhir tahun, Rabu (23/12/2020).
Sebaliknya, lanjut Fadil, angka pengungkapan kasus kriminal di Jadetabek meningkat sebanyak 15 persen.
Di sisi lain, terdapat dua kasus kriminal yang mengalami peningkatan, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat) dan pemerasan.
Pada 2020, kasus curat di Jadetabek mencapai angka 1.456. Meningkat 14 persen dari 2019 yang mencapai 1.279 kasus.
Sementara itu, pemerasan di Jadetabek meningkat 23 persen dari 168 menjadi 228 kasus.
Baca juga: UPDATE Klasemen & Hasil Liga Italia:AC Milan Berjaya di Puncak, Inter Milan Kena PHP,Juventus Merana
"Untuk kasus pembunuhan, penganiayaan, curas, curanmor, kebakaran, judi, perkosaan, narkotika, dan kenakalan remaja semuanya menurun tahun 2020 ini," ujar Fadil.