Breaking News:

Bocah 7 Tahun di Makassar Diculik Saat Bermain,Ditukar 2 Tabung Gas Melon,Pelaku Beri Uang Rp10 Ribu

Bocah 7 tahun diculik orang tak dikenal saat bermain bersama temannya. Penculik menukar korban dengan 2 buah tabung gas melon di toko kelontong.

Editor: Wahyu Septiana
Mid-day.com
Ilustrasi penculikan. Bocah 7 tahun diculik orang tak dikenal saat bermain bersama temannya. Penculik menukar korban dengan 2 buah tabung gas melon di toko kelontong. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang bocah 7 tahun diculik orang tak dikenal saat bermain bersama temannya.

Korban berinisial AG lalu dibawa si penculik ke sebuah toko kelontong untuk mengambil tabung gas.

Penculik menukar korban dengan 2 buah tabung gas melon atau tabung elpiji 3 kilogram.

Korban berinisial AG (7) diculik di Jalan Maccini Raya, Kecamatan Makassar, Jumat (25/12/2020) malam.

Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Syamsul Tompo mengatakan, peristiwa bermula ketika pelaku mendatangi AG yang tengah bermain bersama temannya.

Pelaku memberikan uang sebesar Rp 10 ribu kepada AG agar mau menemani pelaku membeli gorengan.

"Korban termakan rayuan dan korban dibawa pergi dengan pelaku menggunakan sepeda motor untuk melakukan aksinya dengan berpura-pura hendak membeli gas Elpiji seberat 3 Kg," kata Syamsul saat diwawancara wartawan di Mapolsek Makassar, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga: Ternyata Pelaku Penculikan di Tegal Sudah Menikah 6 Kali dan Ngaku Ingin Jadikan Korban Anak Asuh

Baca juga: 6 Pengikut MRS Tewas Ditembak, FPI Angkat Bicara, Sebut Ada Penculikan Saat Hendak Pengajian Subuh

Baca juga: Seorang Mahasiswa Diduga Melakukan Penculikan Anak, Aksinya Terekam CCTV, Kini Diamankan Polisi

Syamsul menyebut, pelaku kemudian menitipkan AG di toko kelontong sebagai jaminan karena mengaku tidak membawa uang untuk membayar dua tabung gas yang diambilnya.

Namun, tidak lama setelah orang itu pergi, AG lalu menangis dan mengaku bukan sebagai anak dari pria yang mengambil tabung gas di tokonya.

"Jadi pemilik toko langsung antar korban ke Polsek Makassar. Korban tidak mengenal pelaku," kata Syamsul.

Baca juga: Modal Ijazah SD, Dokter Palsu di Jakarta Pusat Kelabui Pasien Jomblo, Janji Menikahinya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved