Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Jakarta Timur Catat Penambahan 450 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pada Rabu (31/12) jumlah kasus melonjak

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta.com/Bima Putra
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar saat memberi keterangan di Duren Sawit, Kamis (31/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta Timur, yang merupakan kota paling luas dan padat penduduk di DKI kian mengkhawatirkan.

Bila sebelumnya penambahan kasus per hari berkisar 300, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pada Rabu (31/12) jumlah kasus melonjak.

"Kemarin sampai 450 kasus, ini mengkhawatirkan. Kalau kita enggak tahan, tidak kita tarik rem tangan seperti pak Gubernur sampaikan, seperti apa Jakarta Timur?" kata Anwar di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (31/12/2020).

Rem tangan yang dimaksud Anwar yakni rencana untuk mencabut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi untuk kembali menjadi PSBB.

Pasalnya dalam PSBB Transisi warga diberi kelonggaran, di antaranya bioskop beroperasi dan tempat makan bisa melayani pengunjung bersantap di lokasi.

"Covid-19 di Jakarta Timur sampai hari ini kurang lebih 36 ribu. Meskipun yang sembuh banyak tapi penularan naik terus. Karena penduduk saya paling banyak, tiga juta lebih. Jadi kita harus mengambil sikap," ujarnya.

Namun Anwar menuturkan pemberlakuan PSBB kembali sebagaimana awal pandemi Covid-19
menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Kapolres Pastikan Tidak Ada lagi Simbol FPI di Jakarta Timur

Baca juga: Aparat Gabungan Awasi 26 Lokasi Rawan Kerumunan di Jakarta Timur saat Malam Tahun Baru

Baca juga: Dalam Sehari, Dua Kasus Kebakaran Akibat Korsleting di Jakarta Timur

Untuk sekarang dia mengimbau warga tak merayakan pergantian tahun baru dengan kegiatan menimbulkan kerumunan atau melanggar protokol kesehatan.

Khususnya di Kecamatan Cakung dan Duren Sawit yang jumlah kasus Covid-19 tercatat lebih banyak di antara 10 Kecamatan di Jakarta Timur.

"Karena Cakung penduduknya paling padat. Sekarang klaster yang banyak klaster perumahan, karena permukiman padat penduduk ada di Cakung, kebanyakan. Begitu juga dengan Duren Sawit," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved