Breaking News:

Kapolres Pastikan Tidak Ada lagi Simbol FPI di Jakarta Timur

Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan kini di wilayahnya sudah tidak ada lagi kegiatan apapun yang menyangkut FPI.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi saat memberi keterangan di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (31/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Polrestro Jakarta Timur memastikan front pembela Islam (FPI) tidak lagi dapat melakukan aktivitas organisasinya usai pemerintah melarang kegiatan.

Menyusul Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI yang dikeluarkan.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan kini di wilayahnya sudah tidak ada lagi kegiatan apapun yang menyangkut FPI.

"Tidak ada, sesuai dengan pemerintah tidak lagi simbol-simbol terkait dengan FPI," kata Arie di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (31/12/2020).

Namun dia tak merinci apa sejak larangan yang disampaikan pemerintah pusat jajarannya sudah melakukan penurunan atribut FPI di Jakarta Timur.

Saat dikonfirmasi bagaimana tindakan guna mencegah FPI melakukan kegiatan, Arie menuturkan penjelasan bakal disampaikan Polda Metro Jaya.

Baca juga: Kaleidoskop Jabodetabek 2020 - Berikut Kasus Kriminal Paling Mencolok di Bekasi

Baca juga: Polisi yang Bunuh Diri di Depok Dimakamkan di TPU Tirtajaya Depok

Baca juga: Sandiaga Uno dan Ahmad Riza Patria Kunjungi MH Thamrin 10 Kamis Sore

Pun beberapa hari setelah Polda Metro Jaya resmi menahan Rizieq Shihab pada Sabtu (12/12/2020) Polsek Duren Sawit sempat didatangi massa FPI.

"Kalau itu nanti khusus dari Polda yang akan menjelaskan," ujarnya.

Sebagai informasi, pada Rabu (30/12/2020) pemerintah mengeluarkan SKB yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar yang isinya melarang kegiatan FPI.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved