Kawasan Kanal Banjir Timur Ditutup Total saat Malam Tahun Baru, Paling Rawan Ciptakan Kerumunan

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan dari 23 titik rawan kerumunan di 10 Kecamatan, hanya KBT saja yang dilakukan penutupan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar saat memberi keterangan di Duren Sawit, Kamis (31/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Antisipasi kerumunan warga di sepanjang aliran kanal banjir timur (KBT) jadi fokus pemantauan Pemkot Jakarta Timur di malam tahun baru 2021.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan dari 23 titik rawan kerumunan di 10 Kecamatan, hanya KBT saja yang dilakukan penutupan.

"Hasil rapat kemarin di Polda Metro hanya KBT (ditutup). Karena dilihat sangat mengkhawatirkan, pedagangnya, kerumunan, termasuk pembeli dan sebagainya," kata Anwar di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (31/12/2020).

Kerumunan yang dimaksud mencakup wilayah Kecamatan Jatinegara dan Kecamatan Duren Sawit, lokasi ratusan pedagang kaki lima berjualan.

Baca juga: Polisi Sebut Gisel Undang MYD untuk Datang dari Jepang ke Medan

Baca juga: Cegah Kerumunan Malam Tahun Baru, Lampu PJU di Fasilitas Publik Kota Bekasi Dipadamkan

Baca juga: Kapolres Pastikan Tidak Ada lagi Simbol FPI di Jakarta Timur

Rawannya kerumunan di KBT membuat apel pengamanan malam tahun baru 2021 tingkat Kota Jakarta Timur digelar di Pintu Air Malaka Sari aliran KBT.

"Tempat ini rawan sekali terjadinya masyarakat berkumpul dan banyak pedagang. Tentunya pedagang ditutup total, jumlah personel 750 orang kurang lebih. Dari TNI-Polri, termasuk dari sipilnya," ujarnya.

Meski sudah mencegah pedagang berdagang dan kerumunan warga dengan menutup sepanjang jalur inspeksi KBT menggunakan barrier beton.

Anwar menuturkan personel gabungan tetap ditempatkan di sepanjang KBT, tugasnya menindak pedagang dan warga yang nekat berkerumun di KBT.

"Tidak boleh lagi ada aktivitas di KBT sampai tanggal 3. Kalau masih ada akan langsung ditindak, kita (Pemkot Jakarta Timur) dibantu personel TNI-Polri," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved