Breaking News:

Kritik Keras Menghujani Donald Trump Terkait Demo di Gedung Capitol yang Tewaskan 1 Orang

Presiden AS Donald Trump ramai-ramai dihujat atas kerusuhan saat demonstrasi di Gedung Capitol

AP PHOTO/ SHAFKAT ANOWAR
Pendukung Presiden Donald Trump berkumpul di luar Gedung Kongres AS, Rabu, 6 Januari 2021, di Washington. 

TRIBUNJAKARTA.COM, WASHINGTON- Presiden AS Donald Trump ramai-ramai dihujat atas kerusuhan saat demonstrasi di Gedung Capitol yang menewaskan satu orang.

Seorang perempuan dilaporkan ditembak di dada saat massa berusaha merangsek masuk gedung parlemen pada Rabu sore waktu setempat (6/1/2020).

Adapun anggota Kongres AS bertemu guna melakukan agenda seremonial, yakni mengesahkan hasil Dewan Elektoral tentang kemenangan Joe Biden.

Dalam beberapa kesempatan, Trump sudah menyerukan kepada pendukungnya untuk menyerbu Gedung Capitol guna menghentikan kemenangan Biden.

Presiden 74 tahun itu berkali-kali mengeklaim, tanpa disertai bukti, bahwa dia seharusnya menang dalam Pilpres AS namun dicurangi.

Pemimpin serikat buruh Richard Trumka menyatakan, kerusuhan dalam demo AS ini adalah serangan terbesar terhadap demokrasi terbesar sejak Perang Saudara (1861-1865).

"Upaya kudeta hari ini (Rabu) terjadi karena selama bertahun-tahun, Trump menyebarkan racun konspirasi, kebencian, dan kebohongan ke pendukungnya," tegasnya.

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon juga menyalahkan sang presiden, meski tidak menyebut namanya secara langsung, dikutip AFP Kamis (7/1/2021).

"Pemimpin kita bertanggung jawab menghentikan kekerasan, menerima hasil pemilu, dan mendukung transisi kekuasaan sesuai tradisi demokrasi kita yang berusia ratusan tahun."

Anggota DPR AS yang berasal dari partai Trump, Republik, juga ikut mengecam atas unjuk rasa yang membuat para politisi dievakuasi.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved