Breaking News:

Kerusuhan Demo di Gedung Parlemen AS: 1 Orang Meninggal Dunia, Lainnya Luka-luka

Aksi protes tersebut adalah puncak dari kebencian selama berminggu-minggu yang dipicu oleh klaim palsu Presiden Donald Trump bahwa pemilu telah dicuri

Editor: Erik Sinaga
AP PHOTO/ SHAFKAT ANOWAR
Pendukung Presiden Donald Trump berkumpul di luar Gedung Kongres AS, Rabu, 6 Januari 2021, di Washington. 

TRIBUNJAKARTA.COM, WASHINGTON- Kekerasan di dalam gedung Parlemen AS telah berubah mematikan pada Rabu (6/1/2021) malam, ketika para pejabat mengumumkan bahwa seorang wanita yang ditembak sebelumnya telah meninggal.

Setidaknya tiga lainnya terluka dan dibawa ke rumah sakit setelah perusuh, banyak yang mengibarkan bendera Trump dan mengenakan pakaian Trump, melanggar keamanan di Gedung Parlemen Capitol AS dan mengerumuni tempat itu.

Melansir USA Today pada Rabu (6/1/2021), pelanggaran keamanan tersebut memaksa ruang Senat dievakuasi dan penguncian terjadi selama 3,5 jam, sebelum pejabat menyatakan bahwa gedung tersebut aman.

FBI juga menyelidiki laporan dari dua perangkat peledak yang dicurigai, meskipun keduanya telah aman.

Rangkaian peristiwa ini mengganggu proses demokrasi yang seharusnya adalah acara seremonial dalam menghitung suara Electoral College yang disertifikasi negara.

Aksi protes tersebut adalah puncak dari kebencian selama berminggu-minggu yang dipicu oleh klaim palsu Presiden Donald Trump bahwa pemilu telah dicuri darinya.

Pelanggaran keamanan juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana para demonstran berhasil memaksa masuk ke dalam Gedung Capitol.

Termasuk apakah ada cukup kehadiran penegak hukum, terutama ketika ancaman kekerasan yang muncul selama berhari-hari di media sosial seharusnya menjadi peringatan untuk mengibarkan bendera merah.

Lihat Foto Polisi dengan senjata ditarik berjaga-jaga ketika pengunjuk rasa mencoba masuk ke Ruang DPR di Capitol AS pada hari Rabu, 6 Januari 2021, di Washington.(AP PHOTO/ J SCOTT APPLEWHITE)
Lihat Foto Polisi dengan senjata ditarik berjaga-jaga ketika pengunjuk rasa mencoba masuk ke Ruang DPR di Capitol AS pada hari Rabu, 6 Januari 2021, di Washington.(AP PHOTO/ J SCOTT APPLEWHITE) ()

Rabu (6/1/2021) pagi, pengunjuk rasa memadati aula di dalam gedung Capitol dan memanjat kursi. Beberapa berhasil masuk ke dalam ruang Senat, sedangkan yang lain duduk di dalam kantor anggota parlemen.

Tembakan dan bahan gas air mata dilepaskan. "Dalam pengalaman saya dalam 50 tahun dalam penegakan hukum, ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata John Magaw, mantan Direktur Dinas Rahasia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved