Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Diduga Berada di Kedalaman 22 Meter
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan titik lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah berhasil ditemukan.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan titik lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah berhasil ditemukan.
"Alhamdulillah berkat doa seluruh masyarakaat Indonesia, titik jatuhnya SJ-182 sudah kita temukan," kata Marsekal Hadi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2020).
"Saat ini seluruh prajurit sudah di lokasi, khususnya dari TNI AL mendukung Basarnas untuk mengambil pecahan-pecahan, potongan-potongan dari pesawat SJ-182," timpalnya lagi.
Ia berharap, badan pesawat yang berada di kedalaman kurang lebih 22 meter ini bisa diangkat dalam waktu dekat.
"Mudah-mudahan berkat doa seluruh masyarakat Indonesia, pengangkatan potongan pesawat yang kini ada di kedalaman kurang lebih 22 meter bisa segera diangkat," imbuhnya.
Hadi mengatakan, bagian-bagian kecil alias serpihan pesawat masih bisa diambil oleh pihaknya.
Akan tetapi, untuk mengangkat serpihan besar, pihaknya akan mendatangkan kapal yang memiliki kemampuan untuk mengangkatnya.
"Bagian-bagian yang kecil masih bisa kita ambil. Namun bagian besar akan kita datangkan kapal yang memiliki trim, kemampuan untuk mengangkat bagian tersebut," pungkasnya.
Titik lokasi
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan titik lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah berhasil ditemukan.
"Alhamdulillah berkat doa seluruh masyarakaat Indonesia, titik jatuhnya SJ-182 sudah kita temukan," kata Marsekal Hadi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya di Dermaga JICT II, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).
"Saat ini seluruh prajurit sudah di lokasi, khususnya dari TNI AL mendukung Basarnas untuk mengambil pecahan-pecahan, potongan-potongan dari pesawat SJ-182," timpalnya lagi.
Hadi mengatakan, bagian-bagian kecil alias serpihan pesawat masih bisa diambil oleh pihaknya.
Akan tetapi, untuk mengangkat serpihan besar, pihaknya akan mendatangkan kapal yang memiliki kemampuan untuk mengangkatnya.