Duka Saat Siapkan Acara Nikah, Riswan Terbata-bata Cerita 8 Keluarganya Tertimbun Longsor Sumedang

Duka menyelimuti Riswan (30) yang kehilangan anggota keluarganya tertimbun longsor susulan di Desa Cihanjuang, Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/1/2021).

KOMPAS.com/AAM AMINULLAH
Duka menyelimuti Riswan (30) yang kehilangan anggota keluarganya tertimbun longsor susulan di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/1/2021). Riswan terbata-bata menceritakan insiden delapan anggota keluarganya tertimbun tanah longsor saat mempersiapkan acara pernikahan. 

Longsor pertama yang dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, longsor susulan terjadi pada pukul 19.30 WIB.

Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sumedang, sampai Minggu (10/1/2021) dini hari, jumlah korban meninggal dunia mencapai 11 orang, lalu jumlah korban luka mencapai 18 jiwa.

Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban meninggal.

Mereka meninggal dalam longsor susulan.

"Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespons longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/1/2021).

Wartawan TribunJabar.id telah melihat lokasi longsor tersebut.

Berdasarkan pantuan di lokasi, Minggu (10/1/2021), tanah longsor di tebing setinggi 20 meter dan lebar 40 meter membuat 14 rumah warga rusak berat.

Sejumlah rumah bahkan masih tertimbun oleh material longsor tesebut.

Asep (40), warga sekitar, menceritakan detik-detik peristiwa longsor yang terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Dia mengatakan, ketika itu cuaca sedang hujan deras.

Tiba-tiba, longsor pun menerjang belasan rumah.

Warga mendengar suara gemuruh yang cukup keras.

"Saat itu warga yang berada di lokasi berlarian keluar kompleks," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca juga: Spoiler Manga One Piece Chapter 1001, Big Mom Coba Serang Monkey D Luffy Diam-diam

Baca juga: Tim DVI Masih Tunggu Data Antemortem dari Keluarga Penumpang Sriwijaya Air

Baca juga: Sri Tak Tidur Sejak Tragedi Sriwijaya Air SJ182, TV dan Ponsel Terus Menyala Demi Kabar Sang Suami

Lebih lanjut Asep menjelaskan, sebagian warga sedang berada di dalam rumah.

Dari sejumlah warga itu, ada sebagian yang berhasil menyelamatkan diri, ada juga yang langsung terjebak hingga tertimbun.

"Wilayah terjadinya longsor memang bertepatan di lereng terbing, dan itu merupakan kompleks perumahan yang sudah banyak dihuni banyak warga," ujar Asep.

Menurut Asep, longsoran yang pertama menimpa kompleks yang baru saja dibangun.

Material longsoran terus merambah ke lokasi yang ada di bawahnya.

"Yang miris lagi ada satu keluarga yang tertimbun dan sampai saat ini belum ditemukan," katanya.

Sampai Minggu (10/1/2021), petugas gabungan masih berupaya melakukan pencarian korban yang belum ditemukan.

Petugas tampak menggunakan berat karena material longsor cukup tebal.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, peristiwa bencana longsor itu menjadi sebuah keprihatinan dan duka mendalam.

"Saat ini, sudah ada 11 orang yang ditemukan meninggal. Kemungkinan masih banyak yang tertimbun, pencarian korban kembali dilanjutkan sejak pukul 09.00 WIB oleh TNI/Polri, Basarnas, BPBD, hingga Satpol PP, mudah-mudahan bisa secepatnya ditemukan," kata Dony.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Riswan, 8 Keluarganya Tertimbun Longsor Susulan di Sumedang Saat Siapkan Resepsi Pernikahan",

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Masih Ada 27 Korban Hilang di Longsor Cimanggung, 47 Personel Basarnas Hari Ini Lanjutkan Pencarian, 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved