Virus Corona di Indonesia
8 Warga Binaan Sosial PSBL Harapan Sentosa Cipayung yang Positif Covid-19 Masih Menjalani Perawatan
Kepala PSBLHS, Tuti Sulistianingsih mengatakan seluruh WBS yang terpapar masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Delapan Warga Binaan Sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS), Cipayung, Jakarta Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih berada di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.
PSBLHS dan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I, Cipayung, Jakarta Timur, dinyatakan sebagai klaster Covid-19.
Hingga Selasa (29/12/2020) lalu tercatat total kasus aktif Covid-19 atau pasien belum sembuh di dua panti yang dikelola Dinas Sosial DKI Jakarta 302 kasus.
Sebanyak 221 kasus positif Covid-19 di PSBLHS dan 81 kasus positif Covid-19 di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I.
Kepala PSBLHS, Tuti Sulistianingsih mengatakan seluruh WBS yang terpapar masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).
Sehingga proses penyembuhannya terbilang cepat.
Kendati begitu, Tuti memastikan masih ada 8 WBS yang berada di RSKD Duren Sawit sejak terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: Proyek Flyover Tapal Kuda di Lenteng Agung dan Tanjung Barat Molor, Baru Rampung Maret 2021
Baca juga: Berikut 10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Tertinggi dan Terendah di Indonesia, Wilayahmu Termasuk?
"Dari 221 tersisa 8 yang ada di RSKD Duren Sawit. Tapi info terakhirnya sudah negatif hasilnya namun memang masih dirawat karena ada yang sakit epilepsi dan sebagainya. Jadi memang panti kita punya kerjasama dengan RSKD Duren Sawit untuk ODGJ," jelasnya di Cipayung, Selasa (12/1/2021).
Renacananya, bila tak ada halangan, kedelapannya akan kembali ke PSBLHS dalam minggu ini.
Setibanya di PSBLHS akan kembali menjalani isolasi mandiri di ruang yang telah disediakan.
"Katanya sih minggu ini sudah bisa kembali ke PSBLHS. Jadi nanti di swab dulu dari pihak Rumah Sakitnya. Habis situ di sini kita pisahkan dengan wbs lainnya. Jadi selama 10 hari mereka di isolasi mandiri lebih dulu," jelasnya.