Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Kantong Jenazah dan Properti Penumpang Sriwijaya Terus Berdatangan ke Posko Posmortem RS Polri

Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali menerima kantong jenazah dan properti penumpang Sriwijaya Air.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Mobil ambulans yang membawa kantong jenazah dan kantong properti penumpang Sriwijaya Air SJ-182 saat ke posko posmortem Tim DVI, Selasa (12/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali menerima kantong jenazah dan properti penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Jakarta-Pontianak.

Kantong jenazah berisi bagian tubuh dan properti berisi barang pribadi korban tiba di posko posmortem yang merupakan Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menggunakan tiga unit mobil ambulans yang dikawal aparat, 12 kantong jenazah dan 16 kantong properti tiba pada Selasa (12/1) sekira pukul 21.40 WIB di posko posmortem.

Mobil ambulans yang membawa kantong jenazah dan kantong properti penumpang Sriwijaya Air SJ-182 saat ke posko posmortem Tim DVI, Selasa (12/1/2021)
Mobil ambulans yang membawa kantong jenazah dan kantong properti penumpang Sriwijaya Air SJ-182 saat ke posko posmortem Tim DVI, Selasa (12/1/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Setibanya di lokasi petugas membawa 12 kantong jenazah dan 16 kantong properti hasil evakuasi petugas di perairan Kepulauan Seribu ke ruang Instalasi Forensik.

Data bagian tubuh dan properti korban nantinya diperiksa Tim DVI beranggotakan ahli gabungan lalu dicocokkan dengan data antemortem (sebelum kematian).

Beda dengan data posmortem yang didapat dari jenazah korban, antemortem merupakan data semasa korban hidup didapat dari pihak keluarga.

Data antemortem meliputi sidik jari, riwayat medis pemeriksaan gigi semasa hidup korban, dan sampel DNA dari anggota keluarga inti.

Hingga Selasa (12/1) pukul 17.00 WIB Tim DVI sudah menerima sebanyak 111 sampel DNA dari 45 keluarga inti penumpang Sriwijaya Air.

72 kantong jenazah, dan 11 kantong properti yang bakal diperiksa lalu dicocokkan memastikan identitas jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182.

Meski sudah menerima 111 sampel DNA, Tim DVI masih kekurangan 17 sampel DNA untuk proses identifikasi 62 jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182.

Pasalnya tak semua bagian tubuh korban yang dievakuasi merupakan tangan sehingga bisa diidentifikasi lewat sidik jari sebagaimana empat korban.

Dalam prosedur DVI yang dipakai untuk identifkasi korban bencana alam dan kecelakaan terdapat tiga parameter, yakni sidik jari, gigi, dan DNA.

Identifikasi DVI dilakukan terhadap korban yang jenazahnya sudah tidak bisa dikenali secara fisik sehingga proses dilakukan lewat tiga parameter tersebut.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved