Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Sekolah Relawan Kirim 12 Relawan untuk Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 dan Tanah Longsor Sumedang

Sekolah Relawan mengirimkan 12 relawan dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya AIR SJ-182 yang jatuh di antara perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang.

KOMPAS/GARRY LOTULUNG
Petugas gabungan membawa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Sekolah Relawan mengirimkan 12 relawan dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya AIR SJ-182 yang jatuh di antara perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Tak sembarangan, relawan yang dikirim memiliki keahlian dalam melakukan penyelaman.

"Ada 12 orang dan semua profesional dalam penyelamatan dalam air khususnya laut," ujar CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto di Rumah Kabeda, Beji, Kota Depok, Rabu (13/1/2021).

Dony berujar Sekolah Relawan memberangkat relawan ke bencana longsor di Sumedang, Jawa Barat.

“Di sana memang butuh banyak relawan karena korban longsor susulan yang ke-dua belum ditemukan,” tutur dia.

Dony mengakui pihaknya membutuhkan banyak dukungan masyarakat dalam setiap aksi kemanusiaan, dan berpesan pada setiap relawan yang terjun ke lokasi bencana untuk tetap mengutamakan keselamatan.

"Kita butuh dukungan masyarakat juga untuk membantu aktivitas relawan menuju ke lokasi bencana. Untuk relawan juga harus mengutamakan keselamatan karena khawatir ada bencana susulan," demikian ucapnya.

Hari ini Sekolah Relawan genap berusia delapan tahun.

Di usianya yang ke-delapan, Sekolah Relawan mempertegas kehadirannya sebagai lembaga kemanusiaan dan edukasi kerelawanan dengan memperkenalkan logo, seragam, dan situs yang web baru.

Dony Aryanto mengatakan, identitas baru ini merupakan representasi semangat dan kehangatan para relawan yang diharapkan mampu menjalin hubungan yang baik serta kuat dengan masyarakat.

"Identitas baru ini representasi semangat dan kehangatan para relawan yang diharapkan mampu menjalin hubungan yang baik dan kuat dengan masyarakat dalam upaya bahu membahu melewati situasi yang sedang terjadi," jelasnya.

Lanjut Dony, identitas baru ini juga disertai tagline alias slogan yang baru, yakni "Humanize the Universe".

"Sesuai dengan visi Sekolah Relawan yaitu relawan sebagai pemimpin bangsa. Relawan diberikan amanah untuk menjadi pemimpin dan memiliki tanggung jawab dalam menjaga seluruh hal-hal baik yang ada di muka bumi, tidak hanya manusia tetapi juga alam semesta," ucap dia.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved