Kena Sabetan Celurit, Zidan Lawan Komplotan Begal di Bekasi dengan Tangan Kosong
Zidan Nurhuda berhasil melawan komplotan begal bercelurit menggunakan tangan kosong, aksi ini terjadi saat dia dipepet di Jalan Mustikasari, Bekasi.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Zidan Nurhuda berhasil melawan komplotan begal bercelurit menggunakan tangan kosong, aksi ini terjadi saat dia dipepet di Jalan Mustikasari, Kelurahan Mustikajaya, Kota Bekasi.
Kapolsek Bantargebang Polres Metro Bekasi Kota Kompol Alam Nur mengatakan, pihaknya baru-baru ini meringkus lima orang komplotan begal sadis yang kerap meresahkan warga.
"Kami berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan, ada lima tersangka yang kami ringkus pada 14 dan 15 Januari 2021 kemarin," kata Alam saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).
Lima tersangka di antaranya, Dean Suherman (18), Amin Nurahman (22), Muhammad Ghazi (19), Syah Kurniawan (18) dan Larry Valentino (20).
Komplotan begal ini terakhir beraksi pada, Senin (28/12/2020) lalu, mereka merampas Ponsel milik korban bernama Zidan.
Kronologi bermula ketika, korban berkendara sepeda motor seorang diri sekira pukul 02.30 WIB melintas di tempat kejadian perkara (TKP).
"Dari pengakuan korban, dia saat itu baru pulang dari daerah Bekasi Timur untuk keperluan COD (Cash on delivery) HP (ponsel)," terangnya.
Baca juga: Gunakan Surat Palsu Bebas Covid-19, Ratusan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dipidana?
Namun ketika HP yang hendak dibeli tidak sesuai harapan, korban lantas pulang dan di tengah perjalanan dipepet komplotan begal bersenjata tajam.
"Korban dipepet, salah satu tersangka mengayunkan celurit hingga mengenai leher bagian belakang korban," tuturnya.
Dalam posisi terjatuh, komplotan begal langsung mengancam dan merampas ponsel, mereka juga hendak membawa kabur sepeda motor korban.
Meski merasa terpojok, korban Zidan rupanya berusaha melawan meski kondisinya mengalmi luka sabetan celurit.

"Korban berusaha melawan dengan menahan sepeda motornya, dia tetap menggengam (motor) sampai terjadi pergulatan," tuturnya.
Beruntung saat melawan, warga di sekitar lokasi kejadian mendengar suara gaduh yang ditimbulkan akibat pergulatan antara korban dan tersangka.
"Warga yang mendengar kegaduhan langsung datang membantu, menggunakan kayu bambu sampai kelompok tersangka kabur meninggalkan lokasi," tuturnya.