Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Banyak Kafe di Serpong Tangsel Bandel Buka Sampai Tengah Malam, Langsung Disegel Satpol PP

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan (Tangsel) turun ke jalan merazia kafe dan tempat kuliner di kawasan Kecamatan Serpong.

ISTIMEWA/Dokumentasi Satpol PP Tangsel
Kafe di Serpong, Tangsel, disegel aparat Satpol PP, Kamis (21/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan (Tangsel) turun ke jalan merazia kafe dan tempat kuliner di kawasan Kecamatan Serpong.

Berdasarkan surat edaran Wali Kota Tangsel tentang pembatasan kegiatan masyarakat yang berlaku pada 9-25 Januari 2021, tempat kuliner termasuk kafe dan restoran hanya boleh beroperasi sampai pukul 20.00 WIB.

Diketahui, pembatasan kegiatan masyarakat tersebut diterapkan demi menekan adanya kerumunan yang berpotensi memperluas penularan Covid-19.

Kafe di Serpong, Tangsel, disegel aparat Satpol PP, Kamis (21/1/2021).
Kafe di Serpong, Tangsel, disegel aparat Satpol PP, Kamis (21/1/2021). (ISTIMEWA/Dokumentasi Satpol PP Tangsel)

Namun saat aparat berseragam krem itu menggelar operasi, masih banyak yang ketahuan membandel.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Al Fachry, mengatakan, sejumlah kafe tepergok buka hingga tengah malam.

"Hari ini tanggal 20 sampai tanggal 21, Rabu sampai dengan Kamis pagi, Satuan Polisi Pamong Praja bersama Trantib Kecamatan Serpong bersama jajaran samping kepolisian dan TNI, dan dibantu dari kelurahan, pegawai kelurahan di Serpong Utara. Melakukan patroli di tempat-tempat, kafe-kafe yang masih buka," ujar Muksin kepada TribunJakarta.com, Kamis (21/1/2021).

Ada tiga kafe yang sebelumnya sudah diperingatkan agar beroperasi sesuai aturan.

Namun, Muksin dan pasukan masih saja mendapati mereka buka sampai larut malam.

Terpaksa, kafe itu disegel dengan ditempelkan stiker bertuliskan "Tempat Usaha Ini Diberhentikan Sementara".

"Dari beberapa tempat ada beberapa yang sudah tidak diizinkan atau sudah diperingatkan sebelumnya oleh pihak kelurahan dan kecamatan sampai dua kali tiga kali tetap membandel, akhrinya kami melakukan penghentian aktivitas usaha sementara."

"Karena lokasi tersebut penuh, melanggar PSBB, selain itu juga melanggar edaran wali kota, karena masih beroperasi melakukan layanan di tempat hingga di atas jam delapan malam," paparnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved