Antisipasi Virus Corona di DKI
Jenazah Covid-19 Banyak Dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Penggali Makam: Kita Sedih Melihatnya
Penggali makam Ade terbawa suasana dan sedih. Ia tak bisa membayangkan betapa sedih melihat keluarga dimakamkan sesuai protokol tetap Covid-19.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
Petugas acapkali mengingatkan mereka untuk menjaga jarak. Namun, imbauan itu kadang hanya sekadar angin lalu.
Penggali makam, Ade (44) yang melihat suasana itu ikut-ikutan terbawa suasana dan sedih.
Ia tak bisa membayangkan betapa sedih melihat keluarga yang dicintai dimakamkan sesuai protokol tetap Covid-19.
"Dulu kan (sebelum pandemi) keluarga bisa deket ke makam. Kalau kayak begini enggak bisa dideketin atau ditengokin dari deket," ujarnya sembari melihat proses pemakaman yang dilakukan teman-temannya itu.

Ade pun bertekad akan terus membantu menggali makam ataupun menggotong peti jenazah Covid-19 untuk membantu keluarga yang ditinggal.
"Saya sedih melihatnya, makanya saya juga harus jaga kesehatan dan pola makannya dijaga," tambah pria asal Pandeglang tersebut.
Ia menganggap tugas yang dilakukannya ini adalah sebuah ibadah.
Namun, Ade memohon doa dari para peziarah agar para petugas makam selalu dilindungi dari Covid-19.
"Ini ibadah. Kalau kita semua (petugas makam) kena semua, siapa yang mau makamin lagi?" tambahnya.
Baca juga: KABAR BAIK Lowongan Kerja PT Yakult Indonesia Persada Buat Berbagai Lulusan, Simak Infonya DisinI
Sebuah ibadah
Para penggali makam pun tak kenal letih menggali pusara untuk jenazah Covid-19.
Sengatan matahari yang memanggang kulit dan hujan yang mengguyur sekujur tubuh tak mengurungkan niat mereka untuk menuntaskan sebuah tugas.
Bagi mereka, tugas memakamkan jenazah Covid-19 adalah sebuah ibadah kepada sang pencipta.
Saat petang merambat, Yanto Suyono (56) tengah melepas lelah bersama petugas makam lainnya di bawah naungan pohon di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pria asal Surabaya itu bersama rekan-rekannya baru selesai menggotong jenazah Covid-19 dari mobil ambulans menuju pusara.