Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Penggali Makam TPU Pondok Ranggon Tak Bisa Bernafas Lega, Pemakaman Jenazah Covid-19 Semakin Banyak

Pemprov DKI telah membuka lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus dan telah diisi sejak Kamis (21/1/2021) lalu.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Nadi, penggali makam di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Pemprov DKI telah membuka lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus dan telah diisi sejak Kamis (21/1/2021) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Penggali makam Covid-19 imbau masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan.

Para penggali makam Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur nampaknya belum bisa bernapas lega.

Pasalnya, sejumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur di TPU Pondok Ranggon turut diperbantukan di TPU Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Belasan PJLP yang merupakan penggali makam ini diperbantukan guna menangani pemakaman jenazah dengan protap Covid-19.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI telah membuka lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus dan telah diisi sejak Kamis (21/1/2021) lalu.

Nadi, penggali makam di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur
Nadi, penggali makam di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Pembukaan lahan khusus Covid-19 ini menyusul penuhnya lahan khusus jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon sejak bulan Desember 2020 lalu.

Dengan luas 3.000 meter persegi, TPU Bambu Apus diprediksi mampu menampung hingga 700 pemakaman dengan protap Covid-19.

Baca juga: Ungkap Perubahan Atta Halilintar Setelah Sempat Putus. Aurel Hermansyah: Gak Ada yang Sempurna

Baca juga: Terungkap Kisah di Balik SBY Jualan Nasi Goreng, Berawal dari Gurauan dengan Bu Ani

"Petugas adalah bekerja untuk Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur. Atas perjanjian kerja dan surat perintah kerja (spk) kepala suku dinas dapat menugaskan di lokasi mana pun," kata Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman Covid-19 TPU Pondok Ranggon, Muhaemin kepada TribunJakarta.com, Minggu (24/1/2021).

"Keterkaitan petugas pemakaman di TPU Bambu Apus hanya ada 10 orang, maka kepala suku dinas menugaskan para personel dari lokasi lain, Pondok Ranggon 12 orang, Cipayung 4 orang, Bantar Jati 3 orang, total keseluruhan 29 petugas," lanjut Muhaemin.

Meski begitu, seluruh penggali makam memang sudah mengetahui hal tersebut dan selalu siap membantu pemerintah untuk memakamkan jenazah dengan protap Covid-19.

Baca juga: Besok, Artis Catherine Wilson Akan Jalani Sidang Putusan Kasus Narkoba di PN Depok

Nadi misalnya. Sedari awal jenazah masuk di TPU Bambu Apus, ia sudah diperbantukan di lokasi tersebut.

Terhitung, dalam waktu tiga hari sudah ada 86 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.

Hal ini pun membuatnya dan rekan penggali lain semakin khawatir dan mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Sebenarnya dari awal saya enggak berpikir bahwa beban pekerjaan ini berakhir. Sebab kami sudah diberitahukan akan diperbantukan di TPU lainnya untuk memakamkan jenazah Covid-19. Apalagi melihat tingginya kasus positif. Sehingga saya mengimbau masyarakat untuk tetap patuhi dan menerapkan prokes Covid-19 secara ketat," jelasnya.

Rudi, penggali makam lainnya pun turut mengutarakan hal senada.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Perintahkan Camat-Lurah Pantau Titik Rawan Genangan dan Banjir

Ia yang sebelumnya sudah menjadi penggali makam di TPU Pondok Ranggon, diperbantukan di TPU Bambu Apus.

"Saya sebelumnya di TPU Pondok Ranggon. Kalau dilihat memang kasus positifnya semakin tinggi. Jadi sampai hari ini saya masih menggali makam di sini. Saya berharapnya pandemi segera berakhir dan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved