Breaking News:

KPU Tangsel Siap Sanggah Gugatan Keponakan Prabowo di Mahkamah Konstitusi

KPU Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyiapkan barang bukti dan sanggahan untuk menghadapi sidang gugatan Pilkada Tangsel di Mahkamah Konstitusi

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kotak suara Pilkada Tangsel di Gedung Serba Guna Pondok Aren, Tangsel, Senin (25/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - KPU Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyiapkan barang bukti dan sanggahan untuk menghadapi sidang gugatan Pilkada Tangsel di Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, usai pleno rekapitulasi suara menetapkan pasangan nomor 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan memperoleh suara tertinggi, pasangan nomor urut 1, Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menggugat Pilkada Tangsel.

Sejumlah hal diperkarakan oleh Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu, termasuk  terkait politik uang, keterlibatan petugas KPU dalam kampanye salah satu pasangan calon, hasil penghitungan di salah satu TPS dan ASN yang tidak netral.

"Kita bersama-sama lawyer sudah menyusun draft jawaban kita maupun kronologis serta daftar alat bukti. Nah di antaranya ada beberapa hari ini yang harus kita ambil dari kotak suara yang ada di GSG," ujar Ketua KPU Tangsel, M. Taufiq MZ, di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Aren, Tangsel, Senin (25/1/2021).

Di antara persiapan barang bukti itu adalah dengan cara membuka sejumlah kotak suara.

Salah satunya adalah kotak suara TPS Ciater, Serpong, yang diperkarakan Muhamad-Saraswati.

"Berdasarkan PKPU 19 tahun 2020 perubahan dari PKPU 9 tahun 2018 di pasal 71 dan seterusnya itu ada formal dan juga legal kita membuka kotak suara."

Baca juga: Anak Anda Sulit Makan Nasi? Coba Variasikan dengan Kacang Hijau dan Ubi Merah

Baca juga: Siswi Nonmuslim Diminta Pakai Jilbab, Orang Tua Surati Jokowi dan Mendikbud

Baca juga: Gaya Catherine Wilson Saat Sidang Putusan Kasus Narkoba, Pakai Masker Bermerk Louis Vuitton

"Dan kita sudah diskusi, kita konsultasi kepada KPU RI dan Provinsi, hari ini kita buka hanya TPS 15 yang ada dalil pengaduan dari permohonan pemohon. Yang kita ambil adalah C7 daftar hadir baik DPT, DPPH, dan juga DPTB serta C1," paparnya.

Secara keseluruhan, ada 10 kotak suara, tujuh kotak suara kecamatan, satu kotak suara yang diperkarakan (TPS 15 Ciatar) serta dua TPS yang menyelenggarakan pemilihan suara ulang (PSU).

"Yang kedua yang kita buka adalah dua TPS di Cempaka Putih dan Rengas yang ada PSU. Jadi kita hanya akan menyampaikan hasil sebelum PSU dan hasil setelah PSU di cek semua daftar hadir, maupun kejadian khusus dan sebagainya," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved