Breaking News:

Tunggu Kementerian Perhubungan, Penggunaan GeNose di 3 Terminal Jakarta Belum Bisa Berjalan

Penggunaan Alat Diagnosa Cepat Sars-Cov2 (GeNose C19) di terminal naungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menunggu Kementerian Perhubungan.

(Foto Dokumentasi Humas UGM)
GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM siap dipasarkan setelah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Penggunaan Alat Diagnosa Cepat Sars-Cov2 (GeNose C19) di terminal naungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menunggu Kementerian Perhubungan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Penggunaan Alat Diagnosa Cepat Sars-Cov2 (GeNose C19) di terminal naungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menunggu Kementerian Perhubungan.

Meski pada Minggu (25/1/2021) alat yang mampu mendekteksi Covid-19 lewat hembusan nafas dalam hitungan 50 detik itu diuji di Terminal Kampung Rambutan.

Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Muslim mengatakan pihaknya masih menunggu pengadaan alat tersebut dari Kementerian Perhubungan.

"Nanti kita menunggu droping (pemberian alat) dari Kemenhub. Mungkin nanti di bulan Februari baru ada alatnya," kata Muslim saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (25/1/2021).

Merujuk koordinasi Dishub DKI Jakarta dengan Kementerian Perhubungan, Muslim menuturkan pengadaan GeNose C19 dilakukan Kementerian Perhubungan.

Untuk tahap awal, alat yang dikembangkan Uneversitas Gadjah Mada (UGM) ini rencananya digunakan di tiga termial antar kota antar provinsi (AKAP) di Jakarta.

"Rencananya di DKI dapat tiga, di Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Kalideres. Digunakan dengan sistem random check (ke penumpang)," ujarnya.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni membenarkan bila penggunaan GeNose C19 masih menunggu distribusi alat dari Kemenhub.

Baca juga: Tak Dipengaruhi Minuman Keras dan Narkoba, Pelaku Mesum di Halte SMKN 34 Sadar saat Jalankan Aksinya

Menurutnya kedatangan Menhub Budi Karya Sumadi pada Minggu (25/1/2021) ke Terminal Kampung Rambutan hanya untuk memperkenalkan alat.

"Kita dari pengola terminal mengikuti aturan dari pemerintah pusat, apabila pempus akan mengunakan aturan GeNose ya kita ikuti. Tapi sekarang ini kan belum ada nih, alat belum terdistribusi juga kan," tutur Made.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved