Antisipasi Virus Corona di DKI

Waspada! 19 Panti Asuhan di DKI Jakarta Jadi Klaster Penularan Covid-19

Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta meluas, kini klaster panti mulai bermunculan di ibu kota. Tercatat ada 93 kasus aktif Covid-19 dari klaster panti.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona. Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta meluas, kini klaster panti mulai bermunculan di ibu kota. Tercatat ada 93 kasus aktif Covid-19 dari klaster panti. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta terus meluas, kini klaster panti mulai bermunculan di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, penyebaran Covid-19 kini sudah masuk ke berbagai lini kehidupan.

"Selain di kantor, di mall, di pasar, dan di halte, sekarang (Covid-19) di panti asuhan juga ada. Jadi sekarang memang sudah masuk dibanyak lini," ucapnya, Senin (25/1/2021).

"Bahkan di (klaster) keluarga juga masih terus meningkat," tambahnya menjelaskan.

Berdasarkan data dari website tanggap Covid-19 milik Pemprov DKI (corona.jakarta.go.id), 19 klaster panti tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta.

Hingga 10 Januari kemarin, tercatat masih ada 93 kasus aktif Covid-19 dari klaster panti ini.

Panti-panti yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 ini meliputi panti asuhan Nurul Hasanah Pesanggarahan (17 kasus), Panti Balita (10 kasus), Panti Laras Grogol Petamburan (11 kasus), Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBL HS) 3 (15 kasus), dan PSBL HS 2 (138 kasus).

Baca juga: 15 Persen Kasus Covid-19 di Depok Menimpa Anak-Anak, KPAI: Jumlahnya Melampaui Angka Nasional

Selanjutnya, Panti PSBN RW Cahaya Batin (6 kasus), Panti PSTW Budi Mulia 2 Cilandak (23 kasus), Panti PSTW Margaguna Cilanda (36 kasus), Panti RPTC Kemensos (7 kasus), serta Panti Sosial BKW kebon Jeruk (7 kasus).

Kemudian, Panti Werdha (15 kasus), Panti Werdha Cipayung (79 kasus dengan 1 kasus aktif), Panti Werdha KDW dan PKC Ciracas (8 kasus), dan Panti Asuhan PSBL HS 2 dengan 60 kasus aktif.

Berikutnya, Panti Asuhan PSBL HS Budi Murni 2 dengan 4 kasus aktif, Panti Asuhan PSTW BM 1 dengan 1 kasus aktif, Panti PSTW Budi Mulia 2 dengan 12 kasus aktif, dan Panti Asuhan Rumah Perlindungan Trauma Center TKI Cipayung 2 kasus.

Guna mencegah semakin meluasnya klaster Covid-19 di panti asuhan, Ariza meminta seluruh lapisan masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Berbahaya! Jangan Pernah Lakukan 7 Hal Ini saat Rumah Kebanjiran

Pasalnya, upaya yang dilakukan Pemprov DKI dalam menekan menyebaran Covid-19 tak akan berhasil bila tidak ada dukungan dari masyarakat.

"Artinya kita harus semakin disiplin dan semakin taat, jangan menunggu anggota keluarga kita terpapar apalagi meninggal baru betul-betul disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak," ujarnya di Balai Kota.

Politisi Gerindra ini pun menyebut, rumah sebagai tempat perlindungan terbaik dari bahaya Covid-19 yang terus mengintai.

Untuk itu, ia juga meminta warga Jakarta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Tak Dipengaruhi Minuman Keras dan Narkoba, Pelaku Mesum di Halte SMKN 34 Sadar saat Jalankan Aksinya

"Sekarang tidak ada pilihan, berada di rumah sebagai tempat terbaik. Di rumah kami minta tetap gunakan masker," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved