Awal Mula Muncikari 19 Tahun di Priok Punya 4 PSK di Bawah Umur:  Mintanya Kayak Begitu

Rama setidaknya punya empat PSK di bawah umur yang dijajakannya secara online. Dari setiap transaksi, Rama mendapat keuntungan jutaan rupiah.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Rama (19), muncikari yang ditangkap dalam kasus prostitusi di bawah umur yang diungkap Polsek Tanjung Priok. 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Rama (14) mengaku hanya sebagai perantara pria hidung belang yang membutuhkan gadis belasan tahun.

Rama setidaknya punya empat PSK di bawah umur yang dijajakannya secara online. Dari setiap transaksi, Rama mendapat keuntungan jutaan rupiah.

Polsek Tanjung Priok baru saja membongkar kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur pada Senin (25/1/2021).

Empat PSK di bawah umur yang diamankan aparat Polsek Tanjung Priok memiliki tarif tersendiri untuk sekali melayani pria hidung belang.

Lantaran masih berusia belasan tahun, para gadis belia tersebut ditawarkan dengan tarif hingga jutaan rupiah.

Hal itu diungkapkan Rama (19), yang merupakan muncikari dari keempat PSK tersebut.

Dari pengakuan Rama, gadis belia yang dijajakannya dibanderol seharga Rp 1,5 hingga Rp 6 juta.

Rama sendiri akan mendapat upah Rp 1,2 juta dari seseorang yang ia sebut sebagai atasannya dalam sekali transaksi.

"Saya kaya cuma kaya perantara doang, tapi bukan aku hanya arahin. Mintanya kaya gitu yang di bawah umur," kata Rama di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (26/1/2021).

HASIL Coppa Italia Inter Milan Vs AC Milan: Nerazzurri Menang Comeback, Ibra Diusir dari Lapangan

Komjen Listyo Sigit Prabowo Harus Tunggu Jokowi Divaksin Covid-19 Tahap II Sebelum Sah Jadi Kapolri

Hari Ini Presiden Lantik Komjen Listyo Sebagai Kapolri, Apa Makna Rabu Pon Bagi Jokowi

"Saya dapat Rp 1,2 juta," sambungnya.

Sedikitnya ada empat gadis belasan tahun yang dijajakan Rama dalam praktik prostitusi online ini.

Empat anak di bawah umur tersebut masing-masing berinisial D (17), F (15), A (15), dan AR (15).

Proses perekrutan para remaja tersebut, kata Rama, dilakukan dari mulut ke mulut melalui media sosial.

Rama biasanya diminta menyediakan gadis-gadis belia untuk memuaskan hasrat lelaki hidung belang.

Lempar Ratusan Telur ke Sawah hingga Viral di Media Sosial, Suparni Kini Mengaku Menyesal

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved