Kelakuan Turis Asing Berkantong Tipis Menginap di Hostel Jalan Jaksa: Berendam di Bak Mandi
Para turis tersebut langsung berendam di bak mandi. Mereka mengira itu adalah bathtub
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Ada saja kelakuan turis-turis bule kala menginap di Hostel Wisma Delima yang beralamat di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat.
Para turis tersebut langsung berendam di bak mandi. Mereka mengira itu adalah bathtub layaknya di negara asal mereka.
Itu adalah sepenggal kisah lucu masa lalu yang dikenang Boy Lawalata (66). Boy adalah penerus Wisma Delima, sebuah hostel yang sangat hits di zamannya.
Wisma tersebut dirintis ayahnya, Nathanael Lawalata dan menjadi tempat menginap turis asal Eropa menginap.
Kala itu, penginapan di Jalan Jaksa, kawasan Menteng, Jakarta Pusat tersebut ramai disambangi pelancong berkantong tipis.
Boy bercerita bahwa dulu sempat ada turis asing yang menggunakan bak mandi tidak selazimnya seperti digunakan orang Indonesia.
Turis itu mengira bak berisi air yang tersedia di dalam kamar mandi digunakan sebagai tempat berendam. Sebab, bak mandi itu menyerupai bathtub.
"Dulu pernah ada seorang turis yang datang ke sini. Dia pakai bak mandi malah untuk berendam. Turis itu menyangka itu adalah bathtub padahal bukan. Saya tegur waktu itu," ujarnya seraya tertawa saat berbincang dengan TribunJakarta.com di ruang tamu Wisma Delima pada Selasa (26/1/2021).
Wisma Delima bagi Boy tak hanya sebagai rumah dan tempat penginapan melainkan juga tempatnya berkomunikasi dengan turis asing.
Ia kerap berkomunikasi dengan turis asing yang sempat tinggal di sana. Karena telah terbiasa, Boy bisa membedakan asal negara turis asing tersebut dari penampilannya.
"Saya bahkan bisa melihat bule ini orang Eropa berasal dari negara mana hanya dari melihatnya saja," tambahnya.
Ini Sepenggal Riwayat Wisma Delima
Wisma Delima dulu menjadi tempat destinasi favorit turis mancanegara menginap di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat. Penginapan ini diyakini merupakan hostel tertua di ibu kota.
Hostel Wisma Delima pun sempat menggapai masa keemasannya di era 1970 hingga 1990-an.