Breaking News:

Pedagang Pasar Muamalah Depok Akui Transaksi dengan Dinar Dirham, Tapi Bantah Ikuti Sistem Khilafah

Tak sedikit, warganet yang mengaitkan transaksi di Pasar Muamalah ini dengan sistem khilafah.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Suasana di pasar muamalah, Beji, Kota Depok, Jumat (28/1/2021).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI – Sebuah video di sosial media Facebook menjadi viral usai diunggah oleh akun bernama Icha L. Dalam video tersebut, nampak transaksi jual beli di Pasar Muamalah, Beji, Kota Depok, menggunakan koin dinar dan dirham, hingga barter.

Unggahan video tersebut pun menuai ratusan komentar yang bernada negatif, dan telah dibagikan kembali hingga sebanyak 272 kali.

Tak sedikit, warganet yang mengaitkan transaksi di Pasar Muamalah ini dengan sistem khilafah.

Menanggapi komentar ini, salah seorang pedagang di Pasar Muamalah, Anto, membantah hal tersebut.

“Enggak ada hubungannya, ini kan barter. Barter kan berlaku umum. Di kalangan masyarakat Baduy itu pun masih berlaku barter,” kata Anto di lokasi, Jumat (29/1/2021).

Anto menegaskan, transaksi di Pasar Muamalah ini juga masih menggunakan mata uang rupiah.

“Dinar dirham itu kalau yang bisa saja, yang gak bisa ya barter tadi. Semuanya bisa pakai apapun boleh. Tidak harus pake dinar dirham,” jelasnya.

Mayoritas, barang yang dijajakan di Pasar Muamalah ini adalah bahan-bahan pokok.

“Disini sih madu-madu original ya, akasia, trigona, dan produk-produk lain juga ada kaya roti. Pada umumnya kebutuhan pokok kayak beras, minyak goreng, sabun,” tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved