Antisipasi Virus Corona di DKI

PPKM Gagal Akibat Mobilitas Warga Meningkat, Pemprov DKI Ogah Terapkan Ganjil Genap

Gagalnya penerapan PPKM ini tercermin dari meningkatkan mobilitas warga jika dibandingkan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (kanan) bersama Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf di Spot Budaya Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). Gagalnya penerapan PPKM ini tercermin dari meningkatkan mobilitas warga jika dibandingkan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengakui, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diharapkan menekan lonjakan Covid-19 gagal membendung laju penularan wabah asal Cina itu.

Pasalnya, penambahan harian kasus Covid-19 di DKI masih berada di angka 3.500 kasus.

Gagalnya penerapan PPKM ini tercermin dari meningkatkan mobilitas warga jika dibandingkan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi diterapkan di ibu kota.

Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan ada peningkatan volume lalu lintas hingga 11,44 persen dibanding sebelumnya.

Artinya, pada masa PPKM ini semakin banyak warga Jakarta yang beraktivitas di luar rumah.

Meski mobilitas semakin meningkat, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya belum ada rencana menerapkan pembatasan kendaraan menggunakan mekanisme ganjil genap.

"Ganjil genap belum (diterapkan)," ucapnya, Kamis (4/2/2021).

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Tottenham Vs Chelsea: Pembuktian Tuchel, 2 Pemain The Blues Diragukan

Menumpuk, 900 Ton Sampah Per Hari di Kota Bekasi Belum Terangkut ke Pembuangan Akhir

TPU Semper Jakut Terendam Banjir, Kondisinya Memprihatinkan: Blok-Blok Makam Seperti Kolam Besar

Padahal, kebijakan ganjil genap ini sempat diterapkan saat PSBB masa transisi pada Agustus 2020 lalu.

Saat itu, ganjil genap diterapkan lantaran volume lalu lintas terus meningkat di masa PSBB transisi.

Kebijakan itu pun langsung diterapkan guna menekan mobilitas warga selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019). (TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci)

Meski mendapat banyak kecaman dari banyak kalangan, nyatanya mobilitas warga saat ini bisa diredam.

Dibandingkan menerapkan kembali ganjil genap, Syafrin berharap masyarakat lebih sadar dan tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

"Kami harapkan seluruh masyarakat kembali aware terhadap Covid-19, sehingga regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah ditaati bersama," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Tottenham Vs Chelsea: Pembuktian Tuchel, 2 Pemain The Blues Diragukan

Dengan adanya dukungan dari masyarakat, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini yakin, mata rantai penularan Covid-19 bisa segera diputus.

"Sehingga kebijakan dari hulu sampai dengan hilir bisa optimal untuk atasi pandemi Covid-19," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved