Breaking News:

Presiden Jokowi Sudah Tegur Moeldoko, Andi Arief: Mudah-mudahan Tidak Mengulangi Perbuatan Tercela

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah menegur Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terkait kasus yang sedang ramai diperbincangkan.

Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah menegur Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terkait kasus yang sedang ramai diperbincangkan. 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah menegur Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Sebelumnya, nama Moeldoko ramai diperbincangkan terkait keterlibatannya dalam rencana pengambilalihan paksa atau kudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat.

Hal itu diketahui dari cuitan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief dalam akun Twitter miliknya @Andiarief_.

"KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat," tulis Andi yang dikutip Tribun, Jumat (5/2/2021).

Sementara untuk pihak internal yang terlibat dalam rencana kudeta, Andi menyebut Partai Demokrat akan menertibkannya.

"Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik," ucap Andi.

Andi sebelumnya menyebut pejabat tinggi negara yang dimaksud AHY telah ikut menyusun kudeta, yaitu Moeldoko.

Terekam Kamera Warga, Pasangan Mesum di Gubuk Pinggir Sawah, Kepala Desa: Bukan Warga Kami!

Tes GeNose C19 Lebih Diminati Dibanding Swab Antigen, Penumpang Kereta: Lebih Murah, Tesnya Ga Ribet

Keren, Gubernur DKI Anies Baswedan Masuk 21 Pahlawan Transportasi Versi TUMI: Ada Nama Elon Musk

Selain Moeldoko, ada empat orang kader dan mantan politikus Partai Demokrat turut terlibat dalam rencana kudeta AHY.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko diminta untuk tidak lagi memikirkan 'kendaraan' politik untuk dapat maju pemilihan presiden (pilpres) 2024. 

Apalagi, belakangan ini Moeldoko dikaitkan dengan isu 'gerakan kudeta' Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved