Rencana Pengunduran Pilkada DKI Disebut Upaya Jegal Anies di Pilpres 2024, PDIP: Lebay!

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI ini pun mengaku heran lantaran kebijakan Pilkada serentak belum dijalankan namun sudah ingin direvisi.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Tangkapan layar dari kanal youtube Pemrpov DKI saat Gubernur Anies Baswedan mengucapkan selamat hari ibu 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Rencana pengunduran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2022 ke 2024 menuai pro dan kontra.

Banyak isu berkembang menyebut hal ini merupakan upaya menjegal Anies Baswedan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pasalnya, Pilkada dan Pilpres nantinya bakal dilakukan serentak di tahun 2024.

Terkait hal ini, Sekretaris DPD DKI Jakarta PDI Perjuangan Gembong Warsono menilai rencana pengunduran jadwal Pilkada tidak ada kaitanya dengan upaya menjegal Anies.

Sebab, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu sudah dibahas jauh sebelum Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Sekarang pertanyaannya UU Pilkada dirancang tahun berapa? UU Pilkada itu sekitar 2015-2016. Artinya Pilkada serentak dirancang sebelum Anies jadi gubernur," ucapnya, Jumat (5/2/2021).

"Jadi jangan dikaitkan konsistensi pelaksanaan dengan penjegalan Anies. Enggak ada urusan itu," tambahnya menjelaskan.

Lantaran tak ada kaitannya dengan upaya menjegal karier politik Anies, politisi senior ini secara gamblang meminta agar Pilkada dilakukan serentak di tahun 2024.

"Enggak ada kaitannya dengan penjegalan Anies, itu lebay aja orang yang bilang begitu," ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI ini pun mengaku heran lantaran kebijakan Pilkada serentak belum dijalankan namun sudah ingin direvisi.

"Ini belum dilaksanakan ko sudah mau dievaluasi. Dimana konsistensinya," tuturnya.

Adapun DPR RI kini tengah membahas revisi draf undang-undang tentang pemilu.

Dalam draf tersebut, DKI Jakarta termasuk dalam daerah yang bakal menggelar Pilkada pada 2022 mendatang.

Ramalan Shio untuk Shio Kerbau di Tahun 2021: Cara Antisipasi Tidak Ciong Karena Ben Ming Nian

Pagi Ini, Permukiman Warga Kebon Pala Terendam Banjir

Detik-Detik Ayu Ting Ting Kabari Pernikahannya dengan Adit Batal, Pihak WO Sudah Duga: Ini Ada Apa

Selain DKI Jakarta, beberapa provinsi yang juga bakal menggelar Pilkada pada 2022 ialah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Pelaksanaan Pilkada dalam draf revisi ini lebih cepat dibandingkan UU Nomor 17 tahun 2017 yang sebelumnya telah disahkan.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa Pilkada serentak bakal dilakukan bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved