Antisipasi Virus Corona di Bekasi
PMI Kota Bekasi Targetkan Layanan Donor Plasma Covid-19 Bisa Terlayani Bulan Depan
PMI Kota Bekasi menargetkan bulan depan layanan donor plasma konvalesen dapat dilakukan untuk terapi pasien Covid-19.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi Ade Puspitasari menargetkan, bulan depan layanan donor plasma konvalesen dapat dilakukan untuk terapi pasien Covid-19.
"Satu hal yang ingin saya sampaikan Insyaallah di bulan Maret 2021, PMI Kota Bekasi sudah bisa menerima pendonor untuk plasma," kata Ade di PMI Kota Bekasi, Sabtu (6/2/2021).
Ade menjelaskan, PMI Kota Bekasi sejauh ini sudah memiliki satu alat untuk menjalankan layanan donor plasma.
Alat tersebut saat ini, masih dalam tahap uji coba dengan melatih sumber daya relawan PMI untuk dapat mengoperasikannya.
"Kita saat ini juga masih sedang berjalan untuk pelatihan SDMnya, mudah-mudahan dan tidak mundur Insyallah di bulan Maret 2021 donor plasma ini bisa beroperasi untuk umum," ucapnya.
Ade menambahkan, pandemi Covid-19 telah banyak menelan korban jiwa, disamping itu, dampah ekonimi yang ditimbulkan sudah terasa di berbagai lapisan masyarakat.
Dia berharap, sambil program penanganan yang terus dilakukan pemerintah, PMI Kota Bekasi ingin mengambil peran membantu sengan upaya semaksimal mungkin.
• Ayu Ting Ting Terjaring Aturan Ganjil Genap: Diminta Putar Balik Petugas, Tak Bisa Masuk Bogor
• Luar Biasanya Gading Marten Lihat Gisel dan Nobu di Kasus Video Syur, Puji Wijin dan Siap Bantu
• Tegaskan Komitmen Sebagai Partai Pengusung, Gerindra Dukung Anies Hanya Sampai 2022?
"Covid-19 ini memang belum ada obatnya, tetapi ikhtiar kita harus banyak, ini salah satu ikhtiar serius dari PMI Kota Bekasi untuk memutus rantai Covid-19," tegasnya.
Kepala Bagian Pelayanan Donor Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Bekasi Liza Nodya Chintadini mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan alat khusus dan segera dijalankan.
"Sudah ada beberapa pendonor yang ingin donor darah untuk penyitas Covid-19, jadi secepatnya kita jalankan," kata Liza.
Liza menjelaskan, donor PK untuk metode terapi Covid-19 berbeda dengan donor darah pada umumnya.
Pendonor dalam hal ini, harus benar-benar memenuhi syarat. Metode pengambilan darah untuk dipisahkan menjadi PK-pun perlu menggunakan alat khusus yang baru diadakan.
• Gisel Disudutkan, Nobu Malah Bikin Wanita-wanita Ini Senyum-senyum Sendiri: Ajak Bertemu Langsung
"Sebenarnya berbeda dari prosesnya, kita harus petugas khusus dan bisa menguasai alat tersebut, persyaratan untun pendonor PK harus sudah rutin donor darah," ujarnya.
"Pendonor PK juga pernah terpapar Covid-19 dan sudah sembuh paling tidak tiga bulan, jadi bagi mereka yang sudah lama sembuh tidak bisa lagi karena antibodinya sudah berbeda nantinya," tegas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ade-puspitasari.jpg)