Breaking News:

Marak Prostitusi Online di Tengah PPKM Tangsel, Polisi Amankan Belasan PSK

Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Tangerang Selatan (Tangsel), jutsru marak terjadi tindak asusila atau prostitusi.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sejumlah terduga PSK di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Tangsel, Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Tangerang Selatan (Tangsel), jutsru marak terjadi tindak asusila atau prostitusi

Polres Tangsel bersama Satpol PP Tangsel, merazia sejumlah tempat penginapan yang disinyalir menjadi sarang prostitusi itu berdasarkan laporan masyarakat.

"Tentunya untuk ya kita kan masih ada PPKM ya, jadi dalam rangka itu, kemudian juga kita  melakukan penyelidikan ternyata memang ada, setelah hasil penyelidikan, ada beberapa prostitusi online," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra, Minggu (7/2/2021).

Penyelidikan pun dilakukan dan didapati 26 pria dan wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) dan pria hidung belang.

Dari 26 itu, Angga mengatakan, masih mendalami lima orang di antaranya karena tiga di antaranya diduga mucikari dan melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

TONTON JUGA:

"Kita melakukan penyelidikan didapati 26 orang pria dan wanita, kemudian dari 26 itu 18 kita serahkan ke POL PP, kemudian tiga kita serahkan ke Dinsos (Dinas Sosial), untuk lima masih kita periksa secara intensif karena untuk tiga orang diduga telah melanggar TPPU," ujarnya.

Daftar absen para PSK dan kardus alat kontrasepsi menjadi alat bukti penguat pengungkapan TPPO itu.

Rumah-rumah di Lima Desa Kabupaten Jombang Tenggelam, Ribuan Warga Mengungsi

Jalan Amblas di Menteng Terjadi Dua Kali, Lagi-lagi Ditambal dengan Puing Beton

Link Nonton Anime One Piece 961: Sumpah Setia Kinemon ke Kozuki Oden

5 Kali Langgar Protokol Kesehatan, Odin Cafe Jakarta Selatan Hanya Ditutup 1x24 Jam

Angga juga mengungkapkan, para PSK yang menjajakan diri secara online melalui aplikasi itu, dihargai ratusan ribu rupiah per sekali kencan online.

Para mucikari itu mengambil keuntungan dari transkasi setiap PSK yang diasuhnya.

"Jadi yang kita dalami, kita melakukan pemeriksaan, itu adalah mucikari karena mereka mendapatkan keuntungan dari prostitusi tersebut," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved