Geruduk Kantor Kanwilkumham DKI, Massa Minta Liberty Sitinjak Mundur: Harus Gentle!
Aksi demo menuntut Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta Liberty Sitinjak dicopot dari kembali terjadi.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Aksi demo menuntut Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta Liberty Sitinjak dicopot dari kembali terjadi.
Pada Senin (8/2/2021) massa dari mahasiswa dan rakyat bersatu (Mabes) menggelar demo depan kantor Kanwilkumham DKI Jakarta.
Koordinator aksi, Ali mengatakan kedatangan mereka guna Liberty Sitinjak selaku pimpinan bertanggung jawab atas dugaan peredaran narkoba di Rutan dan Lapas.
"Harus gentle, jika tidak bisa mengelola Liberty Sitinjak mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta," kata Ali di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (8/2/2021).
Dia mencontohkan kasus viralnya video napi mengonsumsi sabu yang diduga terjadi di Rutan Salemba saat Liberty menjabat Kakanwil DKI Jakarta.
Pernyataannya disadari keterangan Kepala Rutan Salemba Yohanis Varianto yang menyebut ada kemungkinan ulah tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat Karutan.
"Lalu kasus penyelundupan 10 kilogram sabu yang didalangi napi Lapas Kelas I Cipinang. Belum ada tanggapan terkait keterlibatan narapidana Lapas Kelas I Cipang dalam kasus peredaran," ujarnya.
Kasus yang dimaksud penyelundupan sabu dalam tangki mobil hasil ungkap kasus jajaran Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat pada awal tahun 2021.
Tuntutan ini serupa dengan yang disampaikan empat eleman massa berbeda saat berdemo depan kantor Kanwilkumham DKI Jakarta sebelumnya.
Demo minggu kemarin
Desakan agar Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta, Liberty Sitinjak dicopot dari jabatannya terus mengalir.
Setelah pada Senin (25/1), Jumat (29/1), dan Rabu (3/2) massa dari tiga gerakan berbeda berunjuk rasa menuntut Liberty dicopot karena dinilai gagal memberantas peredaran narkoba di Rutan dan Lapas.
Pada Kamis (4/2) massa dari Forum Pemuda Peduli Jakarta (F-PPJ) menggelar unjuk rasa depan kantor Kanwilkumham DKI Jakarta dengan tuntutan serupa.
"Saat era kepemimpinan Liberty Sitinjak ini tata kelola Rutan dan Lapas di wilayah DKI Jakarta ambyar. Peredaran narkoba di Rutan dan Lapas terus ditemukan," kata koordinator aksi F-PPJ Ahmad di Jakarta Timur, Kamis (4/2/2021).
Dia mengibaratkan Rutan dan Lapas naungan Kanwilkumham DKI kini justru jadi tempat paling aman bagi penyalahguna narkotika di Jakarta.
Baik penyalahguna narkotika level pemakai, hingga bandar karena masih dapat menjalankan bisnisnya dari jeruji besi tempatnya mendekam.
"Kasus video viral napi Rutan Salemba beberapa waktu lalu, menampilkan napi santai menghisap sabu sambil memakai celana pendek. Lalu kasus 10 kilogram sabu dalam tangki mobil," ujarnya.
Kasus 10 kilogram sabu dimaksud Ahmad yakni hasil ungkap kasus jajaran Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat pada Kamis (31/1) yang melibatkan empat tersangka.
Merujuk keterangan Kombes Heru Novianto yang kala itu menjabat Kapolrestro Jakarta Pusat, Ahmad menuturkan penyelundupan dikendalikan napi Lapas Kelas I Cipinang.
"Setiap ada pengungkapan kasus dari aparat kepolisian Liberty hanya bisa mengeluarkan pernyataan di media, tapi tidak ada upaya memperbaiki pengelolaan Rutan dan Lapas di wilayahnya," tuturnya.
Meski tak bisa bertemu secara langsung dengan Sitinjak menyampaikan tuntutan karena kantor Kanwilkumham DKI Jakarta dijaga sejumlah aparat TNI-Polri.
• Kepala Kanwilkumham DKI kembali Didemo karena Peredaran Narkoba di Rutan dan Lapas
• Kemenkumham Diminta Benahi Pengelolaan Rutan dan Lapas
• Massa Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Kemenkumham, Minta Liberty Sitinjak Dicopot
Ahmad mengatakan pihaknya bakal melakukan aksi serupa bila Kemenkumham tak kunjung mencopot Sitinjak dari jabatan Kanwilkumham DKI Jakarta.
"Poster bertuliskan 'era kepemimpinan Liberty Sitinjak tata kelola Lapas ambyar' ini bentuk pernyataan kami. Agar warga mengetahui kalau Rutan dan Lapas di Jakarta sudah jadi sarang narkoba," lanjut Ahmad.
Liberty Sitinjak diminta mundur
Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali diminta membenahi pengelolaan Rutan dan Lapas di wilayah DKI Jakarta.
Setelah pada Senin (25/1) dan Jumat (29/1) kantor wilayah (Kanwilkumham) DKI Jakarta didemo massa yang mempertanyakan kasus peredaran narkoba di Rutan dan Lapas.
Pada Rabu (3/2) massa yang tergabung dalam Barisan Gerakan Pemuda Indonesia (BGPI) berunjuk rasa depan Kanwilkumham DKI Jakarta mendesak hal serupa.
"Peredaran narkoba begitu sangat masif. Sekarang tempat paling aman di Jakarta untuk memakai narkoba justru di Rutan dan Lapas di bawah Kanwilkumham DKI," kata koordinator aksi BGPI Ahmad di Jakarta Timur, Rabu (3/2/2021).
Dia mencontohkan kasus beredarnya video napi mengonsumsi sabu yang diduga terjadi di Rutan Salemba, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Menurutnya kasus tersebut menunjukkan bahwa narkoba dan handphone masih bisa masuk ke dalam penjara karena dugaan dibantu oknum petugas.
"Begitu jelas dalam video bahwa para napi mengonsumsi sabu secara bebas. Belum lagi kasus-kasus sebelumnya yang berhasil diungkap aparat kepolisian sebelumnya," ujarnya.
Kasus dimaksud Ahmad yakni penyelundupan 10 kilogram sabu hasil ungkap kasus Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat pada 31 Desember 2020 lalu.
Dari hasil penyelidikan jajaran Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat penyelundupan 10 kilogram sabu tersebut diduga dikendalikan napi Lapas Cipinang.
"Ini menunjukkan kepemimpinan Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta, bapak Liberty Sitinjak gagal memberantas peredaran narkoba di Rutan dan Lapas Jakarta. Sebaiknya bapak Liberty mundur dari jabatannya," tuturnya.
Ahmad menuturkan pihaknya berharap menyampaikan tuntutan secara langsung ke Liberty, namun usai menunggu sekitar 30 menit mereka tak kunjung ditemui.
Lantaran tak berhasil menemui Sitinjak secara langsung massa BGPI yang dalam aksinya membawa sejumlah poster tuntutan memilih membubarkan diri.
"Bahwa Jakarta sebagai sentral peredaran narkoba dan masih banyak oknum yang mengkonsumsi narkoba begitu bebas tapi Liberty Sitinjak tidak mampu menangani. Sebaiknya pak Liberty mundur saja," lanjut Ahmad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mahasiswa-geruduk-liberty-sitinjak.jpg)