Breaking News:

Siaga Banjir, PLN ULP Tambun Monitoring Pemukiman Warga Rawan Bencana

Manajer PLN ULP Tambun Slamet Widodo mengatakan, kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan terjadinya genangan air di permukiman

ISTIMEWA
Monitoring yang dilakukan petugas PLN ULP Tambun ke sejumlah wilayah rawan banjir untuk memastikan layanan, Senin (8/2/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Intensitas hujan lebat melanda beberapa kawasan termasuk Kabupaten Bekasi dalam dua hari terakhir, PLN UP3 Cikarang melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) melakukan monitoring ke lokasi dekat bantaran sungai.

Manajer PLN ULP Tambun Slamet Widodo mengatakan, kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan terjadinya genangan air di permukiman warga dan mengantisipasi gangguan layanan.

"Untuk di wilayah ULP Tambun sampai dengan saat ini Alhamdullah masih terkendali," kata Slamet saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Monitoring yang dilakukan petugas PLN ULP Tambun ke sejumlah wilayah rawan banjir untuk memastikan layanan, Senin (8/2/2021).
Monitoring yang dilakukan petugas PLN ULP Tambun ke sejumlah wilayah rawan banjir untuk memastikan layanan, Senin (8/2/2021). (ISTIMEWA)

Dari hasil monitoring yang dilakukan petugas, PLN ULP Tambun hanya menemukan satu titik kenaikan air di sekitar perumahan Kartika Wanasari, Desa Wanasari, kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Slamet menjelaskan, pihaknya menerjunkan tiga regu untuk melakukan memonitoring, mereka menyisir sejumlah wilayah menggunakan sepeda motor dan mobil.

"Ini untuk keamanan, kami selalu memantau kondisi gardu yang berpotensi terkena banjir," jelasnya.

Jumlah pelanggan PLN di ULP Tambun sebanyak 181.650. Sejauh ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan warga melalui group whatsapp.

Dia mengimbau, warga yang terdampak banjir agar tidak menggunakan listrik dengan cara mematikan saklar instalasi listrik.

Hal ini lanjut dia, untuk mengantisipasi adanya arus listrik yang tersambung melalui genangan air dan dapat membahayakan.

"Mencabut peralatan listrik yang tersambung dengan stop kontak, menaikan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi atau aman," imbaunya.

PLN memastikan, setiap terjadi banjir di pemukiman warga, pihaknya akan langsung memutus arus listrik secara otomatis.

Hal ini juga berkaitan dengan upaya antisipasi terjadinya insiden buruk ketika air memenuhi rumah warga.

Bila aliran yang terkena banjir tidak padam, masyarakat juga diminta untuk melaporkan ke kontak center PLN 123.

"Masyarakat agar aktif menginfokan kondisi update di sekitarnya apabila terjadi banjir melalui aplikasi New PLN mobile yang selalu (kami pantau 24 jam) yang dapat di download melalui play store," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved