Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Libur Panjang Imlek, Pemkot Tangsel Larang ASN dan Warganya Keluar Kota: di Rumah Saja

Pemkot Tangsel melarang keras ASN dan seluruh warganya bepergian ke luar kota. Klaster keluarga bisa jadi potensi penyebaran Covid-19.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Serpong, Kamis (11/2/2021). Pemkot Tangsel melarang keras ASN dan seluruh warganya bepergian ke luar kota. Klaster keluarga bisa jadi potensi penyebaran Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Libur tanggal merah hari raya Imlek pada Jumat (12/2/2021), berderetan dengan libur akhir pekan.

Jika biasanya kesempatan libur panjang dimanfaatkan untuk bepergian ke luar kota, kini pemerintah melarangnya. 

Hal itu yang disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

Orang nomor dua di Tangsel itu melarang keras Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bepergian ke luar kota.

"Kalau untuk ASN kita sudah imbau, jangan keluar kota, jangan keluar Tangsel, kita juga harapkan kepada masyarakat seperti demikian," ujar Benyamin di Serpong, Kamis (11/2/2021).

Sementara, untuk warga Tangsel Benyamin melunak dengan sekedar mengimbaunya.

Pasalnya, dengan bepergian ke luar kota maka risiko penularan Covid-19 semakin tinggi.

Sebaran Covid-19 Masih Tinggi, Wali Kota Bekasi: Rata-rata dari 400 Spesimen Tes, 100 Positif

Terlebih jika kota yang disambangi masuk dalam zona merah penularan virus ganas itu.

Benyamin menegaskan, bahwa penularan Covid-19 di wilayahnya mayoritas bersumber dari klaster keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved