Breaking News:

Mengapa Tahun Baru Imlek Identik dengan Warna Merah, Emas dan Kuning? Ini Penjelasannya

Kenapa ya perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah, emas dan kuning?

Editor: Muji Lestari
Freepik via Pos Kupang
Ilustrasi Tahun Kerbau Logam 2021. Mengapa perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah? 

Oleh karena itu, warga desa pun mampu mengalahkan makhluk ini, dan sejak saat itu pula, warga menganggap bahwa merah adalah warna keberuntungan.

Selain itu merah menjadi warna utama untuk festival.

Lampion merah menggantung di jalanan, menghiasi rumah-rumah, bank dan gedung-gedung resmi dihiasi dengan gambar Tahun Baru merah yang menggambarkan gambar kemakmuran.

Sebagian besar dekorasi publik dilakukan sebulan sebelumnya, tetapi dekorasi rumah secara tradisional dilakukan pada Malam Tahun Baru Imlek.

Ilustrasi - Tradisi Orang Tionghoa Rayakan Tahun Baru Imlek, Angpao hingga Bersih-bersih.(theurbanlist.com)
Ilustrasi - Tradisi Orang Tionghoa Rayakan Tahun Baru Imlek, Angpao hingga Bersih-bersih.(theurbanlist.com) (theurbanlist.com)

Kata Imlek, hanya Ada di Indonesia

Kepala Kajian dan Riset Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), Aji Bromokusumo menyebut, sebutan “imlek” lahir melalui proses serapan penduduk Nusantara terhadap istilah Hokkian, “yin li”.

“Imlek berasal dari kata yin li, artinya lunar calendar. Jadi tahun baru China itu sama dengan tahun baru Islam karena dihitung berdasarkan peredaran bulan,” ucap Aji kepada KompasTravel di Restoran Lei Lo, bilangan Senopati pada Kamis (31/1/2019) dikupit dari Kompas.com.

Usut-punya usut, sebutan “imlek” ternyata hanya bisa ditemui di Indonesia.

Bahkan, di negara asalnya, China, istilah untuk perayaan ini disebut sebagai 'chunjie'.

Secara bebas 'chunjie' dapat diterjemahkan sebagai festival menyambut musim semi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved