Breaking News:

Libur Imlek, Terminal Kampung Rambutan Sepi Keberangkatan Penumpang

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan hingga kini jumlah keberangkatan penumpang bus tidak mengalami lonjakan.

TribunJakarta/Bima Putra
(Ilustrasi)Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan hingga kini jumlah keberangkatan penumpang bus tidak mengalami lonjakan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Libur Tahun Baru Imlek 2572 pada tanggal 12-14 Februari 2021 tak memengaruhi jumlah keberangkatan do Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan hingga kini jumlah keberangkatan penumpang bus tidak mengalami lonjakan.

"Untuk libur Imlek tidak ada lonjakan, masih landai. Keberangkatan penumpang pada Kamis (11/2) sebanyak 1.075," kata Made saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (12/2/2021).

Jumlah tersebut sama dengan kisaran keberangkatan penumpang di Terminal Kampung Rambutan sejak pandemi Covid-19 melanda.
Pun belum bisa dipastikan apa jumlah tersebut bakal menurun atau justru meningkat karena hari libur Tahun Baru Imlek 2572 masih tersisa.

"Untuk jumlah keberangkatan penumpang bus AKAP (antar kota antar provinsi) di Terminal Kampung Rambutan pada Rabu (11/2/2021) sebanyak 198," ujarnya.

Jumlah keberangkatan penumpang pada Kamis (11/2) memang terbilang naik dibanding Rabu (10/2), tapi jumlahnya tak signifikan atau masih landai.

Pasalnya sebelum pandemi melanda pada hari kerja keberangkatan berkisar 2.500-3.000 penumpang, sementara pada hari libur bisa mencapai 5.000.

Terminal Kampung Rambutan sendiri masih menerapkan protokol kesehatan, di antaranya pembatasan kapasitas 50 persen penumpang dari jumlah kursi bus.

Baca juga: 6 Cara Alami Memutihkan Gigi Kuning, Yuk Coba Ramuan Tradisional Rumahan Ini

Baca juga: Formasi CPNS dan PPPK 2021, Dibuka 1 Juta Posisi Guru, Segera Persiapkan Dokumen

Baca juga: Sepinya Imlek di Wihara Sidharta Pondok Aren, Hanya Pengurus yang Sembahyang

Hanya untuk sekarang alat Diagnosa Cepat Sars-Cov2 (GeNoSe C19) belum diberlakukan karena menunggu pengadaan Kementerian Perhubungan.

"Kita masih menunggu alatnya (pengadaan Kementerian Perhubungan), masih pemesanan," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved