Banjir Kepung Tangerang Imbas Hujan Deras, Pemerintah: Hanya Genangan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Deni Koswara mengklaim kalau hujan lebat dari pagi hanya menciptakan genangan
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang mengklaim kalau banjir yang mengepung kawasannya sedari pagi hingga petang ini tak lebih dari sekedar genangan air.
Seperti diketahui, Kota Tangerang dan sekitarnya sejak pagi hari sudah diguyur hujan lebat sampai siang tadi, Selasa (16/2/2021).
Alhasil, dari pemantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Tangerang dan beberapa perumahan di Kota Tangerang terendam banjir yang cukup tinggi.
Namun, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Deni Koswara mengklaim kalau hujan lebat dari pagi hanya menciptakan genangan.
"Sampai saat ini tidak ada banjir, saya di lapangan lagi lihat kondisi lapangan. Iya hanya genangan di jalan," kata Deni melalui sambungan telepon.
Bahkan, kawasan Periuk, Kota Tangerang yang menjadi langganan banjir diklaim Deni tidak ada banjir berarti.
"Ini saya sedang di Periuk, engga ada banjir," singkat Deni.
Untuk berjaga-jaga, BPBD Kota Tangerang pun sudah menerjunkan 100 personel bila banjir semakin parah.
Puluhan perahu pun sudah disiagakan untuk mengevakuasi warga bilamana ada yang terjebak di dalam rumahnya atau untuk mengantar bantuan.
"Kalau kami kan punya anggota 100 orang tiap hari jaga standby 24 jam. Peralatan lainnya punya tenda pengungsi 15 buah berukuran 6x20 meter dan perahu ada 24 buah," ungkap Deni.
Kota Tangerang menjadi layaknya wahana air pada Selasa (16/2/2021). Bukan tanpa alasan, hujan deras yang mengguyur hampir seluruh kawasan Kota Tangerang sejak pagi hari menjadi biang keroknya.
Mayoritas kawasan rawan banjir di Kota Tangerang terendam banjir sekira 50 sentimeter seperti di bilangan GOR Tangerang dan Perumahan Modernland.
"Parah, sekarang lumayan tinggi, kondisinya kayak diwahana air aja," celetuk seorang waga bernama Yayan.
Menurut Yayan, air yang menggenangi ruas jalan mengakibatkan kendaraan mogok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/banjir-setinggi-70-sentimeter-yang-menggenangi-kawasan-kota-tangerang.jpg)